oleh

Boy Yandra: Tidak Benar Maskur Meninggal Karena Covid-19

BANGKA — Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, melalui Boy Yandra selaku Juru Bicara, menyikapi isu yang beredar tentang pasien di Sungailiat yang diduga meninggal karena Covid-19.

Menurut isu yang ramai diperbincangkan, pasien yang meninggal itu bernama Maskur alias Kur (24), pekerja warung pecel lele atau Warung Lamongan di Sungailiat.

Almarhum Maskur merupakan warga pendatang, yang tinggal di depan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Bangka Belitung, tepatnya di Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungailiat.

Boy Yandra menegaskan, bahwa almarhum Maskur meninggal karena angin duduk atau jantung coroner, dengan gejala pasien mengalami nyeri dada akibat kurangnya pasokan oksigen menuju jantung.

“Murni sakit, ada surat keterangan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Depati Bahrin, ditandatandangani oleh dr. Dadan, Ahli Forensik di RSUD Depati Bahrin,” ungkap Boy Yandra, Selasa (14/04/2020) petang.

Dia melanjutkan, tanggal 11 April 2020 jenazah pasien dibawa Ambulance RSUD Depati Bahrin ke Bandara, untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Jadi tidak benar pasien di diagnosa (positif) Covid-19,” tegasnya.

Masih kata Boy Yandra, Angin Duduk adalah nyeri dada akibat kurangnya pasokan darah dan oksigen menuju ke jantung. Angin duduk, atau yang dalam bahasa medisnya dikenal sebagai Angina, bisa menjadi gejala penyakit jantung koroner. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed