oleh

Brury Rusyadi Angkat Bicara Tanggapi Hanura tentang Calon Wabup Babar

BANGKA BARAT – Keinginan Partai Hanura untuk segera mengisi kekosongan kursi wakil bupati Bangka Barat atas dorongan Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Bangka Barat mendapat tanggapan dari mantan anggota DPRD Babel tahun
2009 – 2014, Brury Rusyadi.

Menurut Brury, MUI seharusnya tidak terlibat politik praktis. Dia juga menegaskan, bupati tidak bekerja sendirian.

” Yang bilang Markus akan menjalankan roda Pemerintahan sendirian itu, patut di duga ada apa, pentingkah wabub dalam waktu masa bakti tidak lama lagi, toh ada Sekda, asisten sekda, SKPD2 (stakeholder pemerintah daerah) dan staf akhli, dan tugas wabub juga tidak terlalu urgen. UU itu jelas, arah riuhnya pengisian wabub juga jelas, apa lagi kita melihat sampai melibatkan MUI itu untuk apa, MUI itu lembaga independen non politik, semuanya bisa di baca,” komentarnya dalam sebuah grup WhatsApp.

Tanggapan politisi yang kini bergabung dalam Partai Berkarya ini dilanjutkan saat di konfirmasi. Dia menyebutkan, mengisi kekosongan jabatan wakil bupati dengan masa jabatan yang tidak lama lagi hanya menambah beban APBD.

” Kalau hanya untuk menghambur-hamburkan anggaran daerah yang tidak efektif, lebih baik di gunakan untuk kepentingan rakyat,” tukas dia, Senin (18/2/2019 ) siang.

Di lain pihak, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Bangka Barat, H. M. Toha membenarkan pihaknya mendorong Partai Hanura untuk segera mangajukan nama calon wakil bupati Bangka Barat.

Namun dia berkilah dirinya tidak tahu apa- apa karena itu usulan wakilnya, Muhlisin.

” Kata pak Mulisin, ini gimana Pak kita anu, mendukung ini kita ajukan dari apa, MUI ini kita dukung pak ini nih apa namanya, Ketua Partai Hanura kan gitu kan, Hanura ketuanya si Arief ( Arief Ferdiansyah, red ) kan,” ujar M. Toha di kediamannya, Senin ( 18/2 ) sore.

Selanjutnya M. Toha mengiyakan usulan tersebut dan ia pun menandatangani surat. ” Yah kalau memang bagusnya seperti itu dak masalah kate ku kan gitu, jadikan terus dibuat surat, ya sudah saya tanda tangani,” ucapnya.

Muhlisin saat dikonfirmasi membenarkan yang dinyatakan H.M. Toha. Menurut dia, pihaknya tidak hanya mendorong Partai Hanura saja, tapi juga dua partai pengusung lainnya, PAN dan PDIP.

“Jadi begini, kita ini pasca meninggalnya Pak Bupati (almarhum Parhan Ali,red ) kita menginginkan mekanisme jangan lama- lama dan itu sudah diatur dalam perundang-undangan. Cuma, kita ini mendorong partai politik selaku pengusung untuk segera mengusulkan. Nanti partai-partai lain juga kita dorong untuk mengusulkan, jangan sampai bupati tidak ada wakil nya,” kata Mulisin via telepon.

Untuk dua partai lainnya, Muhlisin mengaku pihaknya memang belum melakukan pertemuan. ” Mungkin hanya persoalan waktu, belum ketemu,” pungkas dia. ( SK )

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed