HEADLINERAGAM

Bukit Menumbing akan Mempunyai Mini Zoo dan Teropong Bintang

×

Bukit Menumbing akan Mempunyai Mini Zoo dan Teropong Bintang

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Bukit Menumbing, salah satu objek wisata alam dan sejarah yang terletak di Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat terus berbenah.

Pesanggrahan bergaya kastil Eropa yang dibangun sejak tahun 1927 yang ada di puncaknya kian dipercantik. Badan Pelestarian Cagar Budaya ( BPCB ) Jambi bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangka Barat, saat ini sedang mengerjakan Tata Pamer Menumbing di pesanggrahannya yang bersejarah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali mengatakan, disamping Tata Pamer, pihaknya sudah mempunyai beberapa rencana pengembangan di salah satu icon pariwisata kota Muntok tersebut, diantaranya membangun mini zoo ( kebun binatang mini ) dan mengadakan teropong point.

” Kami akan menambahkan mini zoo, ada juga teropong point sehingga bisa meneropong keindahan di sekitar Menumbing termasuk Tanjung Kalian,” ujar Muhammad Ali, Jum’at ( 29/10 ).

Disamping itu, Disparbud akan menyiapkan teropong bintang serta mempercantik jalan – jalannya dengan lampu – lampu taman yang juga berfungsi untuk penerangan.

” Lalu kita akan buat tulisan besar ” I Love Menumbing”, jadi bisa dilihat dan lebih menarik lagi,” katanya.

Tidak ketinggalan, berbagai teknologi modern juga akan ditambahkan di Pesanggrahan Menumbing guna mendukung nilai – nilai history yang terkandung di dalamnya.

” Untuk menambah daya tarik, tetap nilai sejarahnya yang harus kita perkuat, seperti Tata Pamer Menumbing. Kami juga punya aplikasi nanti, jadi kalau kita pasang difoto lalu menggunakan handphone maka foto itu akan hidup jadi seperti hologram di handphone,” terang Muhammad Ali.

Ali menekankan, walaupun nantinya Menumbing akan lebih dilengkapi teknologi modern, tapi keasliannya tetap harus dijaga. Seluruh elemen masyarakat pun harus ikut menjaganya, sebab Menumbing juga sudah ditetapkan sebagai hutan konservasi.

” Harus dijaga agar kekhasan tidak hilang, jadi cagar budaya itu memang harus dilestarikan tapi ada sisi kemanfaatan. Jadi ini harus ada blue print aslinya, jadi ada disebut adaptasi dan ini lah yang nanti tidak merubah aslinya,” ujar dia. ( SK )