oleh

Bupati Sambut Kedatangan Para Staff Ahli se Jateng

BANGKA TENGAH — Di Kabupaten Bangka Tengah saat ini memiliki populasi ternak sapi baru sebanyak 4.753 ekor, dan ini merupakan jumlah terbanyak diantara Kabupaten/Kota yang ada di Bangka Belitung ini, oleh karena itu saya mengajak seluruh petani ternak sapi untuk lebih semangat lagi dalam meningkatkan jumlah populasi sapi di Kabupaten Bangka Tengah ini.

Demikian yang di katakan Bupati Bangka Tengah H. Ibnu Saleh, saat dirinya memberikan arahan kepada para petani ternak Sapi yang tergabung dalam Kelompok Tani Tunas Baru Sungai Selan, dalam acara “Kunjungan Kerja Staf Ahli Kepala Daerah Se Jawa Tengah” di Sungai Selan, Rabu (23/10/2019).

Lebih lanjut Ibnu Saleh mengatakan, dalam mengembangkan ternak sapi tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ternak sapi ialah, kurang tersedianya lahan khusus.

“Mengembangkan ternak sapi tidak mudah, karena kita masih menghadapi permasalahan belum adanya lahan khusus untuk ternak sapi, tidak seperti komuditas pertanian lain yang lahannya jelas, karena masih kurangnya lahan ternak sapi, maka kami mengembangkan ternak sapi dengan pola integrasi sapi-sawit, dengan memanfaatkan sumber daya lahan,” tuturnya.

Masih kata Ibnu Saleh, luas lahan perkebunan di Bangka Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun, saat ini luas lahan perkebunan Kepala Sawit masyarakat 8.950 Ha, dan ini potensi yang besar untuk menyediakan pakan ternak sapi.

“Limbah kelapa sawit, solid lumpur sawit, serta bungkil inti sawit, sangat baik dan mengandung nutrisi yang sangat tinggi untuk pakan sapi. Selain itu, juga harganya sangatlah murah jika di bandingkan dengan harga polar, jagung, serta bungkil kedelai. Dan biaya pemeliharaan ternak sapi menjadi rendah, sehingga akan memperoleh keuntungan yang tinggi,” ujarnya.

Dilanjutkannya, dalam meramu pakan yang berbasis limbah kelapa sawit sudah tersedia, dan dapat di akses melalui bimbingan petugas lapang.

“Limbah kotoran dan urine sapi bisa dipergunakan sebagai pupuk organik, untuk meningkatkan produktifitas tanaman kelapa sawit, dengan program pemerintah ini diharapkan bisa lebih mensejahterakan lagi para petani ternak sapi,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed