oleh

Dana Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka Sudah Cair, Segini Jumlahnya

BANGKA — Bupati Bangka, Mulkan, sekaligus Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, mengakui memang di Posko Bersama Penanggulangan Covid-19 itu masih belum tertata dengan baik, dan itu harus segera dibenahi.

Hal itu diungkapkan Mulkan, usai meninjau kondisi Posko Bersama Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bangka, disela-sela Patroli Gabungan Skala Besar bersama TNI dan Polri ,yang digelar pada Sabtu (04/04/2020) malam.

“Tadi kita sudah datang ke Posko, dan inilah nanti yang harus kita tindaklanjuti, dan kami akan rapat nanti dari Tim Gugus Tugas ini, baik itu dari Kepolisian maupun dari Pemkab Bangka,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bangka itu juga sangat menyadari, dalam hal upaya penanggulangan Covid-19 ini masih banyak kekurangan-kekurangan, dan inilah yang nantinya akan dipenuhi.

“Secara anggaran, dana Covid ini baru kemarin disetujui oleh pemerintah pusat, dan sudah ditransfer ke Kas Daerah kita sebesar 30,4 milyar lebih. Dan inilah nanti yang akan kita gunakan sesuai dengan peruntukan-peruntukannya, dan juga kemudian kebutuhan-kebutuhan yang mungkin belum terpenuhi, ini akan kita penuhi,” bebernya.

Menurutnya, patroli bersama seperti mala mini memang harus rutin dilakukan, lantaran masih banyak masyarakat belum mentaati instruksi dari pemerintah, untuk menghindari penyebaran virus corona atau Covid-19 tersebut.

“Inilah kegiatan yang harus kita lakukan secara rutin. Masih banyak masyarakat kita yang belum mentaati Instruksi Presiden, Maklumat Kapolri, maupun instruksi dari Pemerintah Daerah. Kita imbau mereka agar selalu menjaga, jangan sampai terjangkit penyakit Covid-19 ini,” imbuhnya.

Pesanan Barang Tidak Melalui Agen

Disinggung tentang pengadaan barang-barang yang dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bangka, Mulkan menyatakan sudah memesan barang-barang yang dibutuhkan tersebut, dan saat ini barang-barang yang dipesan itu sedang dalam perjalanan.

“Kita sudah melalui pesanan, tetapi sekarang dalam perjalanan. Walaupun uang kita baru kemarin masuk, tetapi kan tidak semestinya menunggu uang masuk baru kita pesan barang, tapi kita order dulu. Ketika uang kita sudah cair, baru kita bayar,” jelasnya.

Dijelaskannya, pemesanan barang-barang kebutuhan tersebut tidak melalui pihak ketiga, namun dipesan melalui agen oleh OPD-OPD terkait, dan harganya sesuai E-Katalog.

“Kita pesan melalui agen semua, tidak melalui pihak ketiga. Jadi, langsung dipesan melalui OPD-OPD terkait, melalui E-Katalog,” kata dia.

Masih kata Mulkan, barang-barang yang sudah dipesan di antaranya masker, alat Rapid Test sekitar 1000 (unit). Sementara untuk alat pelindung diri atau APD juga sudah dipesan, namun stoknya masih kosong.

“Maskes sudah (dipesan), Rapid Test sekitar 1000 (unit), tetapi masih dalam perjalanan, belum sampai ke daerah kita. Dan APD juga sudah kita pesan, tapi belum datang juga ke kita, stoknya masih kosong,” jelasnya.

“Kita usahakan secepat mungkinlah, karena produksinya kan ada di luar daerah. Walaupun kita punya uang, tetapi susahnya untuk pengadaan barang-barang ini, karena barang lagi kosong. Semuanya membutuhkan, bukan hanya di Bangka, tetapi seluruh Indonesia,” demikian Mulkan. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed