oleh

Delapan Anak Jalanan Diamankan Satpol PP

BANGKA TENGAH — Satpol PP Kabupaten Bangka Tengah mengamankan delapan anak jalanan saat sedang berkumpul di alun – alun Taman Kota Koba, Rabu (06/03/2019) siang. Mereka terdiri dari empat perempuan dan empat laki – laki.

Kedelapan anak jalanan tersebut langsung di bawa ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan. Dari delapan anak jalanan tersebut, terdapat empat anak perempuan warga Kecamatan Koba, satu warga Kecamatan Lubuk Besar. Sedangkan empat yang laki – laki di antaranya warga Kecamatan Koba dan dari Kabupaten Bangka Barat.

Dari tangan mereka juga banyak diamankan baju kaos, celana, sepatu, jaket, alat musik Ukulele, dan barang lainnya yang diletakkan di halaman kantor Sat Pol PP.

Kabid Ketertiban Umum Sat Pol PP Kabupaten Bangka Tengah, Wijaya Sukarno mengatakan, pihaknya mendapat laporan warga yang resah dengan keberadaan kedelapan anak jalanan tersebut.

“Mereka ini ditangkap berdasarkan laporan warga yang resah. Kedelapan anak ini merupakan bagian dari Anak Punk yang meresahkan masyarakat Koba. Mereka juga menyebar di beberapa tempat, ada yang di pantai Sumur Tujuh, serta di halaman Masjid Jamik,” ungkapnya di hadapan awak media di Kantor Satpol PP Bangka Tengah, Rabu siang.

Dilanjutkan Sukarno, cara anak – anak ini memdapatkan uang dengan mengamen di tempat – tempat makan yang berada di Koba.

“Kalau malam meraka ngamen di warung – warung makan seperti di pecel lele. Dan hasil mengamen selain untuk makan, juga dipergunakan untuk membeli minuman jenis arak. Dan lebih parahnya lagi, ada di antara mereka pernah berkali – kali melakukan hubungan seperti layaknya suami istri,” jelasnya.

Masih kata Sukarno, salain dilakukan pendataan, pihaknya juga lakukan test urine oleh pihak BNK, guna memastikan apakah mereka memgkonsumsi Narkoba. Namun dari hasil tes, urine delapan remaja usia sekolah itu negatif narkoba.

“Mereka ini rata rata masih usia sekolah. Ada yang putus sekolah, dan ada pula yang baru selesai ujian. Untuk sementara ini mereka kita amankan dulu di sini, setelah itu nanti akan kita panggil orang tuanya. Penanganan selanjutnya kita serahkan ke Dinas Sosial yang akan membina mereka,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed