oleh

Demam Drama Korea di Tengah Pandemi Meningkat

Oleh Dwi Nur Laeli
Mahasiswi PAI STAINU Temanggung

Sejak kebijakan WFH (Work From Home) diberlakukan seiring dengan merebaknya pandemi virus corona, penonton drama Korea atau yang sering disebut “Drakor” meningkat tajam. Ada beberapa orang yang biasanya menghindar untuk menonton drakor, sekarang malah jadi gandrung. Serbuan drama Korea alias Drakor dan K-pop mampu menyedot perhatian para wanita, baik itu anak remaja sampai kalangan emak-emak.

Ketika para remaja mengidolakan artis K-Pop, para emak pun tidak mau kalah, para emak lain lagi. Mereka lebih mengidolakan artis drakor semacam Lee Min Ho, Hyun Bin, Park Hae Jin yang sering muncul di layar televisi. Selama pandemi ada beberapa stasiun televisi yang menayangkan drama Korea Selatan yang recommended untuk ditonton. Karena saking cintanya dengan drakor, mereka sampai berteriak histeris ketika aktor atau aktrisnya beradegan romantis, lucu, maupun ketika suasana di drama itu menegangkan.

Drama Korea yang tayang di televisi Indonesia seperti The Legend of the Blue Sea, Strong Woman Do Bong Soon, The World of the Married, W-Two Worlds, The Return of Superman, Still 17 dan masih banyak lagi. Sederet Drakor itulah yang menemani pemirsa selama pandemi yang dapat menghibur dan mengurangi stress selama di rumah. Tidak hanya dari televisi, bagi mereka pencinta drakor biasanya menonton lewat aplikasi di mana dalam aplikasi itu disajikan berbagai genre drama Korea yang episodenya sudah full. Mereka bebas memilih drama kesukaannya dan Oppa-oppa Korea idolanya.

Alasan Drakor Layak Ditonton

Sebenarnya apa sih yang menarik dari drama Korea? Mengapa drama Korea layak untuk ditonton?

Pertama, Terdiri dari Banyak Genre. Drama Korea itu banyak jenisnya seperti romace, thriller, comedy, family, action, fantasy, psychology, horror dan sebagainya. Jadi kita bisa menonton sesuai dengan pilihan genre yang kita minati. Kedua, beragam tema yang disajikan. Tema drakor juga beraneka ragam tidak melulu soal pelakor saja seperti sinetron Indonesia. Tema yang diusung drama Korea bisa tentang kehidupan sehari-hari, keluarga, kriminal, hukum maupun kerajaan.

Ketiga, alur cerita yang menarik. Drakor mempunyai alur cerita yang menarik, kita bisa terhanyut mengikuti alur ceritanya. Banyak pelajaran yang bisa didapat dari drakor. Alur cerita dalam drakor tidak monoton, tidak mudah ditebak, tidak membosankan, romantisnya tidak receh dan juga fokus pada satu genre membuatnya lebih memikat untuk dinikmati. Misalnya genre medis, kejadiannya real di rumah sakit, tidak Cuma kamar ditaruh korden dan jadi suasana rumah sakit.

Keempat, menampilkan berbagai kuliner khas mereka. Dengan menonton drakor kita juga jadi bisa mengenal kuliner khas Korea. Di beberapa adegan dalam drakor sering ditampilkan adegan makan yang menyajikan berbagai kuliner. Kelima, tokoh perempuan tidak selalu lemah. Karakter perempuan dalam drakor tidak selalu beruntung yang hanya mengandalkan kecantikan saja tetapi tokoh perempuan digambarkan sebagai pekerja keras dan gigih dalam hidupnya.

Keenam, menampilkan berbagai profesi. Ada berbagai profesi tokoh cerita yang ditampilkan dalam drakor seperti tentara, polisi, dokter, ahli hukum, CEO bahkan ada beberapa profesi unik yang ditampilkan dalam drama Korea seperti sipir, pengantar barang di penjara, penata panggung, petugas kebersihan profesional dan sebagainya. Ketujuh, jumlah episodenya. Rata-rata jumlah episode drakor itu hanya 16-20 saja dan langsung tamat atau dilanjtkan dengan season 2 saja. Tidak perlu menunggu sampai berganti purnama untuk mengetahui akhir sebuah drama. Memang ada yang episodenya mencapai 100 lebih misalnya drama ‘Saeguk’ atau ‘Family’. Tetapi kebanyakkan sampai di 20 episode.

Kedelapan, menampilkan romantisme yang tidak Vulgar. Romantisme dalam drakor tidak melulu menampilkan adegan yang vulgar. Perlakuan manis dari pria kepada wanita seperti gandeng tangan, sepasang kekasih satu payung di saat hujan, adegan seperti itu saja sudah bikin baper. Masih lumayan, sesuai dengan norma ketimuran. Adegan yang mengarah ke vulgar yang sering muncul di setiap drakor biasanya seperti kissing.

Kesembilan, berbagai latar belakang tokoh cerita. Latar belakang tokoh cerita dalam drakor tidak saja berasal dari kalangan menengah ka atas tetapi juga dari latar belakang kaum marjinal. Kesepuluh, OST-nya. OST (Original Sound Track) atau lagu-lagu yang mengiringi sebuah drama juga menjadi alasan lainnya. OST setiap drama pun berbeda, walau ada beberapa yang sama tapi setiap drama memiliki OST yang menjadi ciri khasnya. Ketika sudah ikut baper dengan alur dramanya, ditambah OST-nya yang enak didengarkan menambah suasana dan kesan semakin pas dan terbawa ke dalam emosi serta alurnya.

Kesebelas, karena pemainnya. Pemain drama yang ganteng dan cantik bisa juga menjadi salah satu alasan orang menonton drama Korea. Aktor seperti Lee Min Ho dan lainnya tentu saja bisa menjadi alasan kuat seseorang akhirnya menonton sebuah drama, termasuk penulis juga, Nah itulah mengapa drakor layak untuk ditonton. Untuk pecinta drakor dan K-Popers pasti sudah tahu kan, ya?

Jiwa ke-Koreaan Muncul

Saat masa pandemi hingga masa New Normal seperti sekarang ini, drama Korea masih menjadi salah satu hiburan yang paling banyak disukai. Para artis yang memukau serta alur ceritanya yang menarik menjadi salah satu alasan drakor banyak disukai. Saat mereka sudah mengidolakan artis Korea, maka jiwa-jiwa keKoreaannya akan muncul. Entah tiba-tiba berbicara sepatah kata dengan bahasa Korea, menyukai makanan Korea seperti samyang, makan dengan sumpit dan lain sebagainya.

Bahkan ada beberapa artis Korea yang baru-baru ini sering kita jumpai di layar kaca membintangi produk-produk di Indonesia. Hal ini juga yang membuat para pecinta Oppa Korea berbondong-bondong membeli produk tersebut. Suatu hal apapun yang berbau keKoreaan pasti mereka tidak ragu untuk membelinya. Bagi penggemar drama Korea ataupun K-Popers, tentunya sudah tidak asing mendengar kata-kata yang diucapkan dalam drama. Bahkan beberapa kata dalam bahasa Korea seperti ‘saranghae’, ‘daebak’, ‘aigoo’, ‘omo’, ‘eonnie’, ‘oppa’, ’ahjumma’, ‘ahjussi’, tidak sedikit yang sudah mengetahui artinya.

Akhir-akhir ini banyak pengguna sosial media atau netizen khususnya di Twitter, kerap memakai kata ‘Hyung’ sebagai panggilan kepada lawan bicaranya. Hal ini bukan berarti mereka tidak tahu apa arti kata ‘Hyung’ itu sendiri, tapi hanya untuk lucu-lucuan saja. Panggilan hyung yang berati “Kakak” di Korea Selatan dilontarkan oleh seorang laki-laki yang lebih muda kepada lak-laki yang lebih tua.

Biasanya akan terlalu keKoreaan jika kami (wanita) memanggil eonnie atau oppa kepada sesama pecinta yang berbau Korea, bahkan yang tidak terlalu suka keKoreaan juga akan ikut-ikutan memanggil seperti itu. Ketika seseorang mengidolakan artis Korea, para pengagum Oppa akan totalitas dalam mengidolakannya seperti akun sosmednya nama idolanya, wallpaper hp dan foto profilnya Oppa Korea, bahkan ada yang mengedit foto dirinya dengan Oppa-nya. Hal itu menjadi hal yang lumrah bagi pecinta drakor ataupun K-Popers garis keras.

Meskipun kalian menyukai drama Korea, tetaplah bijak dalam memilih drama sesuai dengan umur kalian, ambil pesan positif dan buang hal yang negatif dari drama tersebut. Buat yang belum pernah nonton drama Korea mungkin penasaran dan mau mencobanya? Ataukah sudah terkena demam drama Korea? (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan