oleh

Dewan Soroti Pungutan Retribusi Parkir Pasir Padi

PANGKALPINANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pangkalpinang, menilai pungutan restribusi parkir yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang di Pantai Pasir Padi keliru.

“Menarik restribusi parkir ditempat wisata itu keliru. Namanya restribusi parkir, harus ada lahan parkir dan petugas parkir. Jadi kalau cuma lewat, artinya kita tidak perlu bayar, karena tidak parkir. Tetapi faktanya tetap bayar,” ungkap Rio Setiady, Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Pangkalpinang, Senin (15/07/2019).

Rio mengatakan, Komisi 3 sudah pernah memanggil Kepala Dishub Pangkalpinang, dan menyampaikan teknis pelaksanaan parkir di Pasir Padi, pihaknya meminta mengubah regulasi tersebut.

“Sudah kami sampaikan, saat itu masih pak Asban Kadishubnya. Dapat dikatakan Pemkot Pangkalpinang lalai terhadap restribusi parkir Pantai Pasir Padi, karena pembiaran ini sudah terlalu lama hingga bertahun-tahun,” bebernya.

Ia juga menyampaikan, saat ini terdapat 2 pintu masuk, dan ada petugas yang memungut restribusi parkir kawasan wisata Pantai Pasir Padi. Fakta dilapangan sendiri, tidak ada petugas parkir yang mengatur.

“Nanti kalau terjadi apa-apa bagaimana? Misalkan terjadi kehilangan helm atau kendaraan, apakah pihak pengelola parkir mau bertanggung jawab untuk mengganti?” ujarnya mempertanyakan.

Dikatakan Rio, fungsi dari legislatif itu sendiri yang terpenting memantau dan memberikan masukan kepada eksekutif.

“Solusinya memang harus ada perda yang diajukan Pemkot ke DPRD, kami akan bahas itu. Karena yang tau permasalahan dilapangan pemerintah itu sendiri. Kami minta Pemkot Pangkalpinang segera bertindak cepat,” kata Dia.

Terpisah, Plt Kepala Dishub Kota Pangkalpinang, Ubaidi, saat dikonfrimasi mengatakan, pengelolaan pungutan parkir kawasan wisata Pantai Pasir dilaksanakan oleh pihak ketiga.Dia mengatakan, pungutan restribusi parkir di Pasir Padi sudah sesuai aturan yang ada saat ini.

“Kalau berdasarkan Perwako nNomor 50 tahun 2014, disebutkan kawasan Pasir Padi ditetapkan sebagai tempat khusus parkir,” ungkap Ubaidi, Senin malam.

Ubaidi mengatakan, terkait regulasi pengutan dan pelayanan dikawasan Pantai Pasir Padi, akan dibahas kembali.

“Iya, itu yang masih kami bahas bersama Bakeuda dan Pariwisata, mudah-mudahan kedepan lebih tepat, apakah retribusi kawasan wisata sesuai dangan pandangan dari DPRD Kota Pangkalpinang,” imbuhnya. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan