oleh

Di Kabupaten Bangka, 10.652 KK Menerima BNPT Non Tunai

BANGKA — Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DinsosPemdes) Kabupaten Bangka, Arman Agus mengungkapkan, mengevaluasi Penerimaan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sebanyak 10.652 Kepala Keluarga, dan Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Tahun 2019 di Kabupaten Bangka, pada Rabu (06/11/2019).

“Dulunya melalui Rastra (Beras Sejathtera) di tahun 2018 akhir kemarin, kita sudah berubah yang ditentukan oleh Kementrian Sosial Republik Indonesia untuk menjadi BPNT. Tidak diberi secara langsung seperti Rastra, kepada penerima manfaat beras 10 kilo per keluarga penerima manfaat. Tetapi di akhir 2018, Kabupaten Bangka sudah berubah menjadi BPNT, yang merupakan program dari Kementerian Sosial. Semuanya non tunai, dalam pengertian penerima manfaat itu menerima Kartu Combo, Kartu Kredit, yang di dalam Kartu Kredit tersebut ada nomor rekening penerima manfaat,” jelas Arman Agus, Kepala Dinas Dinsospemdes Kabupaten Bangka.

Dikatakan Arman, untuk saat ini di Kabupaten Bangka sudah terdaftar sebanyak 10.652 Kepala Keluarga, sebagai penerima manfaatBPNT tersebut

“Untuk Kabupaten Bangka, sampai saat ini penerima manfaatnya ada 10.652 KK, penerima manfaat BPNT,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, setiap bulan akan di transfer ke penerima manfaat sebanyak Rp 110.000, dan di cairkan melalui e-warung yang sudah terdaftar.

” Setiap bulan melalui kementrian pusat di transfer ke rekening penerima manfaat tersebut, yang besarnya setiap bulan Rp 110.000. Uang Rp 110.000 tersebutlah yang dicairkan oleh penerima manfaat atau KPM di e-warung. Karena itu aturannya tidak bisa dibelanjakan di bank atau toko lainnya, selain e-warung. e-warung itulah yang di suplay melalui Bulog dan PTI, yang BUMN juga di transfer dari Bulog dan PTI kebutuhan bulog tersebut untuk dicairkan melalui beras dan telur, dan penerima manfaat bisa memilih,” terang Arman.

Ia juga mengatakan, hari ini di monitor dan di evaluasi baik data maupun peneriman manfaat, apakah sudah tersalurkan tepat sasaran atau tidak dengan mengundang seluruh pihak-pihak terkait.

” hari ini kita monitoring dan evaluasi baik data maupun penerima manfaat untuk Kabupaten Bangka benar-benar peneriman manfaat sudah tersampaikan dan tersalurkan belum terhadap kebutuhan yang di transfer uang setiap bulan ke no rekening penerima manfaat tersebut untuk di cairkan di e-warung melaui brilinknya BRI di Kabupaten Bangka,” pungkasnya.

Ia menyebutkan, untuk kriterianya penerima manfaat merupakan warga Kabupaten Bangka yang memang layak dan di tentukan melalui Musyawarah Desa dan Kelurahan.

” kriteria penerima yaitu terdaftarnya pada data terpadu penerima manfaat, artinya di tahun 2015 silam, warga Kabupaten Bangka yang benar-benar layak melalui musyawarah desa, musyawarah kelurahan da ditentukan oleh operator pemerintah desa atau kelurahan, apabila sudah masuk dalam data base terpadu 2015 maka itulah salah satu kriteria penerimanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan, dalam penentuan penerima manfaat tersebut setiap desa mempunyai operator yang akan memantau atau menyeleksi apakah sudah layak atau tidaknya.

” setiap desa dan kelurahan punya operator aplikasi sistem integrasi, dari operator itulah yang menentukan apakah layak atau tidaknya, jika penerima selama ini sudah berubah hidupnya menjadi sudah mampu maka harus digantikan, atau terdapat penerima yang sudah meninggal maka harus digantikan juga dengan yang layak menurut musdes dan muskel,” demikian Arman. (Mg/2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed