HEADLINEKABAR DPRD

Di Kace, Dody Kusdian Sosialisasikan 2 Perda

×

Di Kace, Dody Kusdian Sosialisasikan 2 Perda

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dodi Kusdian, melaksanakan kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah bertempat di Wisma Aksi, Desa Kace Timur, Kecamatan mendo Barat, Kabupaten Bangka, Kamis (9/09).

Tidak tanggung-tanggung, Dodi mensosialisasikan 2 Perda sekaligus, yaitu Perda Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pencegahan Covid-19, dan Perda Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak.

Berdasarkan data, kata Dody Kusdian, anak anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berumur 5 sampai dengan 12 Tahun mencapai 1,5 persen merokok. Sedangkan data nasional hanya 1,3 persen anak usia 5 sampai dengan 12 tahun yang merokok di Indobesia.

“Ini membuktikan, anak-anak perlu perlindungan. Apalagi anak-anak Babel yang persentase merokok melebihi persentase nasional,” ujarnya.

Untuk penyalahgunaan narkoba, Babel nomor 5 se-Indonesia. Sehingga, masalah narkoba ini perlu menjadi atensi bagi para pemangku kebijakan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ditegaskannya, anak adalah amanah. Jadi untuk kelangsungan hidupnya harus baik secara psikis maupun rohani, tumbuh kembang perlu diperhatikan.

“Untuk itu, anak-anak perlu perlindungan, agar kelangsungan hidupnya tumbuh kembang secara baik. Di dalam Undang – Undang, siapa saja yang melakukan kekerasaan kepada anak – anak bisa dipidana,” tegas Dody Kusdian.

Untuk itu, lanjut Dody, peran keluarga menjadi salah satu hal yang paling krusial bagi tumbuh kembangnya seorang anak.

“Peran keluarga sangat penting dalam perlindungan anak, orang tua harus menjadi contoh bagi anak. Anak berhak mendapatkan kehidupan yang layak semenjak anak-anak sampai dewasa,” tukasnya.

Sesi berikutnya, Triswari mengatakan, Perda Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pencegahan Covid-19, dipilih untuk disebarluaskan pada kesempatan ini, karena masih banyaknya dampak Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Perda Nomor 10 Tahun 2020 perlu disebarluaskan oleh Pemerintah Daerah. Oleh sebab itu Anggota DPRD Bangka Belitung melakukan penyebarluasan Perda ini,” ungkapnya.

Dalam Perda ini memuat pasal-pasal yang mengatur terkait protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menjaga jarak), juga sanksi bagi yang melanggar Perda ini, baik bagi masyarakat atau pelaku usaha, serta lembaga lainya.

“Setiap pelaku usaha, masyarakat , lembaga yang melakukan kegiatan usaha yang menyebabkan kerumunan wajib mematuhi protokol kesehatan dan aturan di dalam Perda ini,” Jelas Triswari

Pemerintah Provinsi melalui instansi terkait, Pol PP, berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI melakukan penindakan disiplin bagi yang melanggar Perda ini.

Salah satu peserta sosialisasi, Rahmadan, menanyakan dampak soal kartu vaksin. Apakah dampak bagi anak – anak yang masih sekolah dan belum divaksin?

“Untuk pemberian vaksin minimal umur 12 tahun, pihak sekolah akan meminta persetujuan orang tua, untuk setuju atau tidak untuk di vaksin? Dampaknya memang simpang siur, tetapi kartu vaksin bukan syarat untuk mengurus urusan yang lain,” beber Triswari. (*)

Sumber : Publikasi Setwan