oleh

Didatangi Bhabin Perairan, Penambang Sampaikan Aspirasi

BANGKA — Bhabin Perairan Rayon B Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung merespon cepat adanya laporan masyarakat di aplikasi POLSANE tentang kembali beraktifitasnya tambang ilegal di wilayah perairan Desa penagan, Senin (19/9).

Bersama Kaur Umum Pemerintah Desa Penagan dan masyarakat setempat, Bhabin Perairan Rayon B mendatangani penambang timah yang beroperasi di Pantai Batu Ampar, Desa Penagan, Kabupaten Bangka.

Direktur Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, melalui Kabag Bin Ops Kompol Sahbaini mengungkapkan, masyarakat penambang diimbau agar menghentikan aktivitasnya, mengangkut dan menepikan peralatan tambangnya, sampai dengan terbitnya legalitas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Ada juga aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat yang menambang. Mereka meminta kepada pemerintah terkait untuk memfasilitasi dalam hal legalitas untuk menambang di laut Penagan. Tapi itu kan bukan kewenangan kita, silakan saja melalui pemerinta desa,” ungkap Sahbaini via sambungan ponselnya, Senin malam.

Sementara informasi dari masyarakat, bahwasanya wilayah di lepas pantai Penagan termasuk dalam zona tambang, namun tidak dalam IUP perusahaan mana pun. Masyarakat menyebutnya IUP Pemda, meski sejatinya pemda tidak memiliki IUP.

Menurut informasi dari Perangkat Desa Penagan, lokasi penambangan lebih kurang 2 Mil dari bibir pantai. Pada dasarnya masyarakat dengan sadar kegiatan tambangnya itu ilegal. Namun karena desakan faktor ekonomi, mereka tetap menambang meski tanpa ijin resmi.

Disinggung potensi konflik terkait penambangan di Pantai Batu Ampar, Desa Penagan, Sahbaini tak menampik hal itu. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan Bhabin Perairan hari ini merupakan respon dari laporan masyarakat di aplikasi Polsane, yang dimiliki oleh Direktorat Polairud.

“Kegiatan hari ini karena ada laporan masyarakat melalui aplikasi Polsane. Sebelumnya juga kita sudah memberikan imbauan, Satpolair Polres Bangka juga sudah memberikan imbauan. Setelah ini, nanti beberapa hari kita akan cek lagi,” demikian Sahbaini. (Romlan)