HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Diduga Bawa Rapid Antigen Aspal, 12 Penumpang Asal Lampung Diamankan Tim Angla

12
×

Diduga Bawa Rapid Antigen Aspal, 12 Penumpang Asal Lampung Diamankan Tim Angla

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Tim Angla mengamankan 12 penumpang asal Lampung yang diduga membawa Surat Keterangan Hasil Rapid Antigen Aspal ( Asli tapi Palsu ) di Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Senin ( 18/1/2021 ).

Saat tiba di Tanjung Kalian, 12 orang tersebut diintrogasi Tim Angla tentang prosedur pengambilan sampel rapid antigen. Jawabannya, tidak ada satu pun dari para penumpang yang menyebut diambil sampel melalui hidung.

Berdasarkan data dari Surat Keterangan Hasil Rapid Test Antigen milik seorang penumpang bernama Edi Hariyanto ( 44 ), warga Jalan Pahlawan Desa Bandar Agung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, hasil pemeriksaan rapid antigennya negatif.

Salah satu dokumen yang diamankan Tim Angla.

Pemeriksaan dilakukan tanggal 17 Januari 2021 di Klinik Abdi Waluyo, Jalan Lintas Pematang, Belitang, Binakarsa Blok A RT. 01, RW. 01 Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan.

Surat tersebut dilengkapi tanda tangan pemeriksa atas nama dr. Chatarina Wiji Rahayu serta stempel klinik Abdi Waluyo.

Menurut Saleh, salah seorang dari 12 penumpang tersebut, dirinya menerima Surat Keterangan Rapid Antigennya tadi pagi saat sudah berada di kapal.

” Saya dari mobilnya dan semuanya bayar Rp. 550.000, surat antigennya diserahkan tadi pagi di kapal, hidung nggak dicolok dan tidak diambil darah,” jawab dia saat ditanya Koordinator Tim Angla Tanjung Kalian sekaligus Danposal Muntok, Kapten Laut Yuli Prabowo.

Bahkan dari semua penumpang pun saat ditanya, tidak seorang pun mengaku diambil sampel melalui hidung.

” Mereka rapid antigen tapi tidak diambil sampel. Itu masalahnya, tidak dicolok, jadi ditanya gimana cara ngambilnya, dijawab pakai jari, ada yang jari tengah, jari manis. Kalau pakai jari kan rapid antibodi,” jelas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Barat, Sidarta Gautama, Senin ( 18/1/2021 ) di Pelabuhan Tanjung Kalian.

Menurut Sidarta, dokumen yang dibawa para penumpang terlihat asli, dan secara administrasi mereka tidak salah. Namun prosedur pemeriksaan rapid antigennya salah, sehingga pihaknya mencurigai ada praktik percaloan dalam kasus ini.

” Kalau dokumen asli, itu bisa aja kalau ada orang dalam, kalau sudah cap tanda tangan tinggal ngisi biodata. Kalau secara administrasi mereka nggak salah, cuma di praktek ngambil sampelnya yang salah,” cetus dia.

Untuk mendalami apakah benar dokumen rapid antigen dikeluarkan Klinik Abdi Waluyo, Sidarta mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP ) Provinsi Babel untuk menkonfirmasi ke pihak klinik Abdi Waluyo.

” Benar atau tidaknya sedang kita konfirmasi melalui KKP Provinsi.
Kalau kita berpikir positif aja, rumah sakit kan nggak mungkin karena mereka kan punya kode etik, mengeluarkan itu kan tanda tangan dokter,” tukas Sidarta. ( SK )