oleh

Digitalisasi Ekonomi Pariwisata Menuju Babel Maju

BANGKA — Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar Rapat Pimpinan Provinsi dengan tema ” Digitalisasi Ekonomi Pariwisata Menuju Babel Maju”. Rapimprov itu berlangsung di Hotel Pesona Bay Sungailiat, pada Rabu (20/11/2019).

Ketua Pelaksana, Wahyu menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan oleh Kadin Provinsi sebelum melaksanakan Rapimnas yang tidak lama lagi akan di gelar di Bali.

” Kegiatan ini merupakan agenda tahunan kita di Kadin Provinsi karena pada tanggal 28 November nanti kita akan melaksanakan Rapimnas di Bali karena itulah kita melaksanakan kegiatan ini sebelum rapimnas,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Thomas Jusman selaku Kadin Babel mengatakan, kegitan tersebut adalag ajang untuk melakukan koordinasi dan silaturrahmi sesama anggota kadin.

“Kegiatan ini merupakan ajang untuk melakukan koordinasi dan silaturrahmi sesama Anggota Kadin dan kami terus menggelar 5 pilar ekonomi,” ujar Thomas.

Ia mengatakan, pada saat ini spirit ekonomi sektor pariwisata dan pertambangan terus menggelora.

“Ada beberapa masalah kalasik yang ad di bangka belitung yang pertumbuhannya tidak cukup tinggi, petumbuhan kita hanya mencapai 4,7, ekonomi babel tidak cukup tinggi,” jelasnya.

Akan tetapi, setiap Organisasi mempunyai problem masing-masing dan dirinya mengharapkan Kadin dan semua Anggota solid.

“Masalah organisasi, kita mengharapkapkan solidaritas kadin dan semua pengusaha wajib menjadi anggota kadin dan anggota Kadin juga berkewajiban mempunyai kartu anggota tanpa adanya kartu anggota Kadin dan partisipasi anggota maka kadin akan hampa,” ungkapnya.

Dirinya mengharapkan kadin Indonesia menerbitkan kartu tanda anggota sebagai identitas Kadin sehingga Kadin lebih Baik lagi dari sebelumnya.

“Kita harap Kadin indonesia harus menerbitkan kartu anggota kadin sehingga anggota Kadin lebih baik lagi, dan kami kadin Bangka Belitung juga selalu diajak rapat sama bapak presiden dan dari program kerja, kami mengharapkan beberapa sektor, seperti pertambangan, perekonominan dan Pariwisata dan kita sudah mengajukan 2 Kek di bangka dimana kek ini bisa kita rasakan sepeti yang ada di belitung,” jelas Thomas.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Bangka yang turut hadir dalam kesempatan membuka acara Rapimprov Kadin tersebut mengatakn dalam sambutannya.

“Kami harapkan keberadaan dari Rapimprov ini dapat membawa peroslan berkaitan dengan pembangunan yangnmenamjadinkendala untuk disampiakan ke tungkat nasional sehingga ada perhatuan dari pemerintah pusat.

Ia mengatakan, pemkab bangka akan fokus terhadap kawasan ekonomi khusus (KEK) yang ada di Pantai Timur Sungailiat dapat terwujud.

“Kita fokuskan bagaimana kawasan kek di pantai timur sungailiat dapat terwujud di tahun yang akan datang dan sampai saat ini tidak ada kendala apapun, ” ungkap Mukhsin.

Pemkab bangka juga diminta untuk saling bersinergi dengan pengelolaan pertambangan dan pengelolaan wisata dan dapat bersinergi.

“Kita diminta untuk bersinergi berkaitan dengan pengelolaan pertambangan dan pengelolaan wisata kalau ada kesepakatan pt.timah demgan pengelola dab pemerintah daerah tentunya kita kedepan dapat wujudkan apa yang kita cita-citakan di kawasan pantai timur sungailiat untuk membentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kedepan kita harapkan untuk saling bersinergilah untuk mendukung itu,” jelasnya.

Dirinya mengatakan agar pertambangan diperhatikan masalah lingkungannya sehingga kedepan pertambangan juga bisa dijadikan sebagai tempat wisata

“Yang tambang silahkan, tapi diperhatikan masalah lingkungannya, justru nanti pertambangan tersebut bisa dijadikan tempat wisata dan kita ini penghasil karet timah lada, pelabuhan kita menjadi pusat ekspor segalanya, kita harapkan penempatan pelabuhan tempat ekspor komoditi yang ada di provinsi babel,” demikian Ahmad Muksin. (Mg/2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed