oleh

Disperindag Pemkot Pangkalpinang: Memang Ada Kendala Dalam Pasokan ke Pulau Bangka 

PANGKALPINANG — Harga komoditas cabai di beberapa pasar tradisional Kotamadya Pangkalpinang dikeluhkan banyak Ibu Rumah Tangga karena masih membumbung tinggi, mendekati angka psikologis 100 ribu rupiah, Rabu (31/07/2019).

Dalam pantauan awak media, salah satu faktor penyebab melesatnya harga komoditas penting bagi masyarakat Pangkalpinang ini, dikarenakan ada kendala dalam supply komoditas tadi.

“Iya permintaan cabe memang meningkat, apalagi jelang Hari Raya Idul Adha ini, moga-moga bisa cepat diatasi,” ucap Tuti pedagang kelontong di pasar pagi Pangkalpinang, Selasa kemarin, (30/07/2019).

Sementara itu, menurut Kabid Perdagangan, Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan Kota Pangkalpinang Eka Subehi saat dihubungi wartawan, Ia mengatakan bahwa menyoal pasokan, menurut distributor diakui memang ada kendala dengan (proses) pengiriman barang baik lewat laut maupun udara.

“Seperti surutnya air laut juga gagal panen karena musim kemarau. Untuk mengatasi ini, kita akan melaksanakan pasar murah  bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Babel,” terangnya, Rabu siang (31/07/2019).

Selain itu, terkait dengan harga cabe untuk Kotamadya Pangkalpinang, lanjut Eka Subehi, hasil monitoring pihaknya di pasar pagi dan pasar induk, off di kisaran harga 60 ribu sampai 65 ribu untuk cabe merah biasa dan keriting, sedangkan cabe rawit merah harganya 75 ribu sampai 80 ribu.

“(Sementara) harga cabe rawit hijau harganya kisaran 67.500  sampai 70 ribu,” tutupnya. (Red/3)

Komentar

Tinggalkan Balasan