HEADLINERAGAM

Ditjen Perbendaharaan Kunker Ke Pagoda Nusantara di Sungailiat

×

Ditjen Perbendaharaan Kunker Ke Pagoda Nusantara di Sungailiat

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Keuangan Republik Indonesia, mengunjungi kawasan wisata religi Pagoda Nusantara di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Sabtu (29/05) siang.

Kedatangan mereka dalam rangka kunjungan kerja sekaligus paparan Dana Desa Rebo tahun 2021. Kegiatan itu dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan RI , Dr. Hadiyanto, S.H., L.L.M., beserta jajaran.

Mereka melakukan monitoring Dana Desa Rebo di tahun 2021 yang mencapai nominal Rp. 1 milyar lebih dan sudah dialokasikan ke berbagai pembangunan dan bantuan kepada warga.

Direktur Pelaksana Anggaran Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Sudarso usai paparan mengatakan, pihaknya sangat senang dengan apa yang disampaikan Pemerintah Desa Rebo terkait penggunaan Dana Desa itu, seperti halnya dalam segi pembangunan fisik serta penyaluran BLT yang mencapai 4.000 penerima.

” Kami sangat senang, Pak Dirjen juga sangat senang bahwa pengelolaan dana Desa Rebo, dimana di tahun 2021 memperoleh Dana Desa sebesar Rp. 1 milyar, dan tadi disampaikan oleh Pak Kades juga dari dana Rp. 1 milyar itu memang sebagiannya dipergunakan untuk BLT Desa, yaitu sekitar 4.000 sekian penerima,” kata Sudarso.

” Dan yang juga sangat menggembirakan adalah penggunaan Dana Desa tersebut juga dipergunakan untuk pembangunan jembatan, sehingga kegiatan mobilitas penduduk maupun perekonomian juga akan terbantu. Tadi juga disampaikan Pak Kades penggunaannya untuk membangun lapangan sepak bola,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan RI, Dr. Hadiyanto usai kegiatan mengatakan, dirinya sangat senang dengan upaya pihak Pemerintah Desa Rebo dalam mengalokasikan anggaran, terutama pengurangan penerima BLT dari 7.000 menjadi 4.000 penerima.

” Kami melihat dan merasa senang, karena satu pemanfaatan Dana Desa sangat bermanfaat yah. Seperti ada pembangunan jembatan, pembangunan perpustakaan dan termasuk pembinaan terhadap masyarakat disini. Salah satunya misalkan dengan program penyaluran BLT, itu dari 7.000 sekarang tinggal 4. 000 ,” jelas Hadiyanto.

Dilain pihak, Kepala Desa Rebo, Fandi mengaku sempat kaget mendengar akan ada kunjungan pejabat eselon ternama itu.

” Langsung, kita tahunya dari Kanwil Perbendaharaan Babel, kaget juga kok ke Rebo, kan ada 62 desa tuh, kaget juga kan kok di Rebo,” ujarnya.

Fandi menambahkan, penggunaan Dana Desa di tahun 2020 dan 2021 ini difokuskan pada penyaluran BLT.

” Untuk tahun ini 2020 dan 2021 ini kita fokus ke BLT dan bantuan Covid, yang besarnya per bulan itu Rp.300 ribu,” terangnya.

Untuk itu, pada paparannya Fandi mengatakan, pihaknya meminta kebijakan kepada pemerintah pusat agar anggaran desa setiap tahunnya bisa bertambah. ( Randhu )