oleh

Divonis Hamil Kosong, Jangan Langsung Kuret!

Oleh: Diana NurAulia Sari
Mahasiswi STAINU Temanggung


Kehamilan adalah suatu anugerah yang dinantikan oleh setiap pasangan yang menikah, karena sejatinya salah satu dari tujuan menikah adalah meneruskan atau mendapatkan keturunan. Sedangkan proses dari mendapatkan keturunan adalah dengana danya janin yang berada di dalam kandungan seorang istri atau calon ibu. Janin terbentuk karena terjadinya proses pertemuan, artinya pertemuan antara sel Sperma dengan sel telur atau Ovum yang kemudian membentuk bakal janin atau embrio, selanjutnya berkembang menjadi bayi yang sempurna.

Tanda-tanda kehamilan dari calon ibu diawali dari berhentinya siklus haid, yang selanjutnya dipastikan dengan menggunakan alat tespack atau sensitive pendeteksi kehamilan atau istilahnya tes urine. Jika kedapatan garis dua, maka sudah jelas dikatakan hamil. Biasanya bagi ibu yang pertama kali merasakan kehamilan atau hamil pertama, akan lebih nyaman untuk langsung cek ke Dokter kandungan agar dilakukan USG (Ultrasonografi).

Banyak alasan seorang ibu hamil melakukan USG diawal kehamilan, entah untuk memastikan kehamilan, bisa juga tentang perkembangan si bakal janin. Biasanya jika seseorang memang sudah dinyatakan hamil, maka dalam data USG akan terlihat bakal calon janin didalam kantong janin, tetapi kebanyakan jika usia kehamilan masih muda (sekitar 2-8 minggu) hanya terlihat titik kecil, namun sudah ada tanda kehidupan dengan dilihatnya detak jantung dari cahaya warna hijau (artinya bayinya hidup dan sehat).

Namun apa jadinya jika pada saat cek diawal kehamilan dengan USG tidak terlihat bakal janin didalam kandungan atau hanya terdapat kantong janin saja? Mungkinkah itu hamil kosong? Benarkah ada istilah bayi menghilang? Dalam istilah kedokteran kehamilan kosong atau tidak ada janin didalam kantong janin atau rahim seorang ibu disebut dengan Blighted Ovum atau kehamilan Anembrionik. Blighted Ovum terjadi akibat dari kelainan kromosom. Kelainan ini disebabkan oleh pembelahan sel yang tidak sempurna serta kualitas sel terlur dan sel Sperma yang buruk. Namun pada kasus ini pembuahan sebenarnya tetap terjadi tetapi dari hasil pembuahanya tidak berkembang menjadi embrio dan hanya membentuk sebuah kantong janin saja.

Kenali Gejala Blighted Ovum

Dalam kondisi seperti ini, tentunya dapat berpengaruh kepada psikis ibu hamil, karena mendapati si jabang bayi ternyata tidak ada dalam rahim. Seorang ibu tentunya sangat peka dalam hal ini, terutama melihat dari perubahan yang Nampak pada dirinya. Biasanya ibu hamil yang mengalami Blighted Ovum (BO) akan merasakn berbagai gejala yang timbul karena tidak adanya embrio di dalam rahim.

Sebenarnya ibu yang divonis BO juga mengalami perubahan serta kondisi lumrah ibu hamil, seperti mual, muntah, pusing, ngidam dan payudara yang membersar, serta perut yang semakin hari membesar pula. Namun biasanya juga akan muncul gejala keram perut yang hebat, Vlek, bahkan pendarahan.

Kondisi ini terjadi pada rahim kosong, tidak lain untuk memberikan sinyal pada ibu hamil sebagai pertanda bahwa janin tersebut tidak dapat berkembang didalam rahim, sehingga secara alamiah akan keluar dari rahim atau keguguran.

Biasanya ketika dokter tahu akan keadaan ini, ibu hamil akan diberikan obat penguat hamil sebagai usaha penyelamatan bakal janin. Namun jika obat tetap tidak bisa bekerja, jalan satu-satunya adalah keguguran dengan alami atau di kuretase.

Jangan Langsung Kuret!

Bagi ibu hamil yang tidak merasakan gejala seperti yang sudah dipaparkan diatas, jangan terburu stress ataupun depresi mendapati dalam rahim tidak terdapat janinnya. Sebenarnya dalam usia kandungan 2-9 bulan ada tipe janin yang berkembang dengan cepat, ada pula yang sedikit lamban. Jika pertumbuhanya cepat maka usia 2-9 janin sudah akan terlihat jelas dalm rahim. Namun bagi yang sedikit lamban, akan lebih terlihat jelas pada janin usia 13 minggu keatas.

Jadi saran bagi ibu hamil, waktu pengecekan USG yang disarankan adalah pada kehamilan minggu ke 13 keatas, karena dalam usia kehamilan tersebut janin yang berkembang di dalam rahim sudah terlihat jelas, apalagi bagi janin yang perkembanganya lamban.

Hal yang perlu dilakukan ketika ibu hamil kedapatan Blighted Ovum/ Hamil Kosong, tetapi tidak mengalami gejala dan kendala seperti keram perut, Vlek, dan Pendarahan, tunggu sampai usia kandungan yang disarankan di atas, yaitu 13 minggu keatas. Lihat keajaiban yang datang dari Tuhan yang Maha Esa, si jabang bayi sudah bergerak gemas di dalam rahim. Terus semangat, jangan mudah stress dan terus berdoa. Tuhan memberikan anugerah kepada ibu hamil dengan cara yang indah, dan setiap cobaan pasti terdapat hikmah dan hadiah lain diluar kendali manusia, semangatya bumiiiill, ibu hamil…. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan