HEADLINERAGAM

dr. Tambok Tiur: Kelebihan Vaksinasi, Kondisi Pasien Tidak Drop Meski Positif Covid

×

dr. Tambok Tiur: Kelebihan Vaksinasi, Kondisi Pasien Tidak Drop Meski Positif Covid

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Setelah dinyatakan positif Covid – 19, Ika Indriani Sari, wartawati salah satu media online dinyatakan sembuh. Surat Pernyataan kesembuhan wartawan pertama yang terpapar Corona di Bangka Barat itu diterbitkan Puskesmas Muntok dan ditandatangani dr. Tambok Tiur Marlina M. Biomed, A.A.M, Sabtu ( 5/6 ).

Ika yang merasa sehat – sehat saja tanpa gejala apapun meski dinyatakan positif Corona menurut dr. Tambok Tiur disebabkan yang bersangkutan telah menerima dua kali vaksin Covid-19.

Dikatakannya, Covid tidak pandang bulu, siapa pun bisa terpapar, namun orang yang telah divaksin mempunyai kelebihan tersendiri.

” Itu lah ada kelebihan, kalau orang yang sudah divaksin seperti Mbak Ika terus kena Covid, namun tanpa keluhan, berarti itulah fungsinya vaksin, keluar itu fungsinya, karena untuk menjaga kekebalan tubuh supaya tidak drop ketika terpapar virus Covid. Beda kalau orang belum divaksin terus kena Covid, belum tentu bisa bertahan,” terang dr. Tambok.

Dokter yang bertugas di Puskesmas Muntok ini pun membantah adanya selentingan yang mengatakan vaksinasi tidak berpengaruh apapun pada tubuh. Menurut dia, justru dengan vaksin tubuh seseorang bisa menahan serangan virus. Tambok juga menampik bahwa vaksin menjadi penyebab si penerima menjadi terpapar Covid.

” Itulah fungsinya vaksin yang diberikan, Jadi bukan karena ” itu lah karena divaksin, makanya kamu kena”, No!! bukan itu ya. Tapi input dari vaksin tersebut terhadap tubuh seseorang ketika terpapar virus, dia bisa tetap dalam kondisi bisa menerima serangan virus tadi, dengan adanya vaksin yang sudah didapat,” tukasnya.

Tapi lanjut dia, pasien yang telah sembuh tetap tidak boleh lengah, sebab si pasien bisa saja terpapar kembali karena virus menyerang sistem kekebalan tubuh. Bila seseorang dalam kondisi lelah dan staminanya tidak baik, disitu lah virus bisa menyerang tubuh.

Karena itu ia menghimbau perlunya menjaga keseimbangan dalam rutinitas yang padat, karena penting untuk disadari bahwa tubuh mempunyai parameter dan batasan.

” Jadi ketika aktivitas tinggi, kita tetap berpikir bahwa tubuh kita pun punya respon yang cepat harus ditangkap, seperti saat kita mulai dalam kondisi lelah, lapar, haus, ngantuk, itu respon tubuh, harusnya kita sadari itu ketika kita menjaga hidup yang seimbang, gaya hidup yang baik, pola makan yang sehat. Itu nanti akan menyeimbangkan hidup kita, menetralisir kondisi dimana kondisi yang tak terduga bisa terjadi dan menyerang badan kita,” terangnya.

Untuk pasien positif yang telah sembuh dan telah selesai masa karantinanya, dr. Tambok berpesan agar tidak lengah serta merasa sudah tidak bakal terserang lagi. Mematuhi protokol kesehatan yang ketat tetap diutamakan.

” Walaupun sudah menjalani isoman dan sudah vaksin, prokes harus tetap ketat dilaksanakan, seperti memakai masker jika keluar, menghindari kontak yang nggak perlu, mengkonsumsi vitamin, rajin mencuci tangan dan tentunya menyeimbangkan pola hidup yang sehat,” tutupnya. ( SK )