HEADLINERAGAM

Dua Minggu Terakhir Tidak Ada Kasus Covid Baru di Muntok

×

Dua Minggu Terakhir Tidak Ada Kasus Covid Baru di Muntok

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Grafik kasus terkonfirmasi positif Covid – 19 di Bangka Barat semakin melandai. Bahkan di Kecamatan Muntok dalam dua minggu terakhir tidak ada kasus baru.

Data yang dirilis Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat per Selasa, 2 November 2021, hanya kecamatan Jebus yang menyumbang satu angka positif Corona, sementara lima kecamatan lain tidak ada penambahan kasus.

Dari data tersebut, angka kesembuhan sebanyak 7 orang, rinciannya dari Kecamatan Simpang Teritip 1, Jebus 5 dan Tempilang 1 orang. Pasien yang sedang diisolasi pun tinggal 11 orang.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Bangka Barat, M. Putra Kusuma, dari 11 pasien yang diisolasi, terdapat 4 orang yang mengalami gejala berat dan dirawat di RSUS Sejiran Setason.

Putra mengatakan, berdasarkan analisa pihak Satgas, kasus positif Covid-19 di Bangka Barat sudah sangat melandai. Padahal sebelumnya penambahan kasus pernah diatas 100 kasus per 100 ribu penduduk per minggunya.

” Dulu kita sempat diangka diatas 100 per 100 ribu penduduk kasusnya per minggu. Tapi sekarang cuma sekitar 5,6 per 100 ribu penduduk per minggu, jadi memang sudah banyak menurun,” ujar Putra saat ditemui di Kantor Bupati, Selasa ( 2/11 ).

Putra mengatakan, sebenarnya penurunan kasus juga terjadi di kabupaten/kota lain di Provinsi Bangka Belitung. Penyebab penurunan antara lain karena pola transmisi dan peningkatan testing dan tracing.

” Kemudian kesadaran masyarakat juga misalnya dia positif, terus dia isolasi di isoter dan kalau dia isolasi mandiri dia patuh, itu juga punya pengaruh,” kata dia.

Namun Putra menggarisbawahi bahwa kunci pengendalian pandemi yang benar adalah penerapan protokol kesehatan, 3T ( Testing, Tracing dan Treatment ) serta vaksinasi.

” Sebenarnya konsep pengendalian pandemi ini yang benar adalah dengan prokes, 3T, vaksinasi. Itu dulu kuncinya dan dia tidak pernah berubah dari tiga konsep besar itu, Prokes yang mandiri, 3T yang kuat dan vaksinasi,” tegas Putra.

Dia menambahkan, Satgas Bangka Barat pun saat ini masih mempunyai pekerjaan rumah atau PR untuk meningkatkan kapasitas testing.

” Testing yang benar adalah testing yang berasal dari kontak erat kasus konfirmasi. Kalau testing massal itu namanya screening,” ujarnya. ( SK )