oleh

Dugaan Pencurian atau Penggelapan Balok Timah, Belasan Karyawan PT MSP Dimintai Keterangan

BANGKA — Belasan oknum pekerja atau karyawan di Smelter PT Mitra Stania Prima atau MSP, terutama di bagian produksi, diamakan oleh Satreskrim Polres Bangka, karena diduga melakukan pencurian atau penggelapan balok timah milik perusahaan tersebut.

Kepada sejumlah wartawan, Kapolres Bangka, AKBP Widi Haryawan, membenarkan kabar itu, Senin (3/5) malam di Aula Mapolres Bangka.

“Terkait dugaan pencurian yang ada di MSP, kita masih meminta keterangan beberapa karyawan yang diduga terlibat dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Dikatakan Widi, terkait kejadian tersebut, dari pihak MSP sudah ada yang melaporkan ke Polres Bangka. Saat ini, laporan tersebut masih dalami dan penyidik masih melakukan penyelidikan terkait dengan perkembangan kejadian tersebut.

“Karena kita pengen tahu, sudah berapa kali dilakukan pencurian? Dan barang itu dibawa kemana? Karena dari pemgakuan tersebut masih ada yang kita cari, masih ada yang kita DPO-kan,” bebernya.

Untuk jumlah barang bukti balok timah yang diamankan, kata Widi, belum ditimbang secara pasti. Namun berdasarkan informasi dari pelapor, jumlah beratnya diperkirakan hampir 500 kilogram.

“Karena tadi belum ditimbang secara pasti. Tapi kalau dari perkiraan, dan (informasi) dari pelapor, itu kurang lebih hampir 500 kilogram. Besok akan ditimbang satu persatu untuk kepastiannya, terkait barang bukti tersebut,” kata Dia.

Masih kata Widi, setidaknya 17 orang yang sudah diamankan, dan kini ,asih dimintai keterangannya oleh penyidik Satreskrim Polres Bangka.

“Tadi ada diamankan, dimintai keterangan ada 17 orang. Di situ komplit, ada karyawan, security. Yang beli itu masih kita cari, di DPO-kan,” demikian Widi.

Terpisah, salah satu Staf PT MSP, Rio, enggan menanggapi lebih jauh. Rio mengatakan, bukan bidangnya untuk memberikan informasi kepada media.

“Itu bukan bidang Saya, tapi akan saya hubungi orang yang tahu informasi kejadian itu. Saya ini di bidang Program Pemberdayaan Masyarakat, bukan bidang Humas,” kata Rio, Senin malam. (Romlan)

News Feed