oleh

Edho: Kapolres Bangka Tidak Pernah Arogan

BANGKA — Randhu alias Edo, seorang wartawan media siber atau online yang sempat diberitakan di banyak media menjadi korban arogansi seorang oknum pejabat Kapolres Bangka, akhirnya buka suara.

Merasa mempunya rasa tanggung jawab atas informasi yang sudah menyimpang jauh, wartawan asal Belinyu ini meluruskan isi berita yang ditulis di berbagai media siber tersebut.

Atas rasa tanggung jawab, Edho pun menyampaikan klarifikasi dan permohonan maafnya kepada Kapolres Bangka, AKBP Aris Sulistyono.

Dikonfirmasi melalui sambungan ponselnya pada Sabtu (04/01/2020) malam, Edho bahwa dirinya memang ada menceritakan kejadian tersebut kepada Evan, Pimrednya di sebuah media siber. Namun dia menegaskan, bahwa dia tidak pernah meminta apa yang dikisahkannya dijadikan berita.

“Sebenarnya begini, intinya menceritakan situasi di dalam saat menghadap Kapolres, tidak ada saya mengatakan Kapolres arogan, tidak ada begitu,” ungkapnya.

Disinggung mengapa berita yang muncul menyebutkan Kapolres Bangka bersikap arogan? Edho mengaku tidak mengetahui hal itu. Namun setelah bercerita kepada Evan, kata Edho, kemudian Rikky pun ada menghubungi dirinya menanyakan perihal tersebut.

“Nah, saya tidak tau, saya tidak tau kalau (kemudian) ada berita begitu. Coba saja tanya kepada dua orang yang ikut bersama saya itu. Kalau cerita awalnya saya sama Evan. Dan kemudian Rikky menelpon juga, lalu saya ceritakan lah bagaimana kondisi di dalam (ruangan Kapolres Bangka) itu,” urai Edho.

Edho pun menjelaskan bahwa setelah berita tersebut beredar di sejumlah media siber, ia lalu berusaha mengklarifikasinya. Namun menurut Edho, saat itu dia susah untuk menghubungi Rikky.

Kemudian muncul klarifikasi sendiri olehnya, yang sudah sempat dirilis beberapa media online. Berita klarifikasi tersebut dibuat atas kesadaran dirinya sendiri, lantaran memang tidak ada mengatakan bahwa Kapolres Bangka arogan.

“Iya, dia (Rikky) susah dihubungi. Terus saya juga bilang, bahwa saya tidak ada bilang Kapolres arogan, terus jawabannya, biarlah. Memang kamu tidak ada sebut begitu, cuma di rekaman itu dia arogan,” jelas Edho menirukan ucapan Rikky.

Edho mengakui, bahwa dia memangmemiliki rekaman dialog saat menghadap Kapolres Bangka di ruang kerjanya belum lama ini.

Menurut Edho, Rikky hanya dikiriminya rekaman dialog saat berada di ruangan Kapolres Bangka. Edho pun mengatakan, bahwa dari awal kedatangannya, semua berjalan normal dan baik seperti biasa.

“Intinya saya selaku nara sumber dari pemberitaan terkait hal ini, memang menyatakan bahwa Kapolres tidak pernah bersikap arogan. Terkait beliau mengetuk-ngetuk meja dengan jari sembari menegaskan, bahwa tentang APH yang tidak berdaya, serta menyikapi segala pemberitaan lah. Kedatangan kita disambut baik lah, dan tidak ada tekanan,” tegas Edho mengakhiri wawancara. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed