oleh

Eksistensi Bersepeda Disaat Pandemi

Oleh: Afi Maedina
Mahasiswa STAINU Temanggung

Sudah beberapa bulan terakhir ini yaitu terhitung sejak bulan Maret kemarin, terjadi pandemi virus corona di beberapa negara di dunia khususnya di Indonesia sendiri. Maka sejak itu pula mau tidak mau semua aktivitas yang biasanya dilaksanakan di luar rumah atau kegiatan yang mengundang banyak orang, saat ini mengharuskan kita sebisa mungkin melakukannya di dalam rumah ataupun ruangan. Semua orang ketakutan dengan virus corona yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya tersebut.

Selama pandemi ini, masyarakat dihimbau untuk tidak keluar rumah dan jika terpaksa harus melakukan aktivitas yang mengharuskan dilakukan di luar rumah maka sebisa mungkin mengurangi kerumunan massa jika di dalam kegiatan itu banyak orang dan juga menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Saat pandemi ini, kita semua tidak bisa melakukan aktivitas seperti sebelum pandemi.

Untuk mengurangi penyebaran virus corona ini yang mana kegiatannya dilakukan secara daring maka seseorang harus melakukan isolasi mandiri demi mencegah agar virus ini tidak semakin menyebar. Kegiatan perkumpulan yang melibatkan banyak orang saat ini tidak diperbolehkan karena ditakutkan misal di antara orang yang berkumpul ada yang positif covid maka akan menularinya pada orang yang lain. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya dalam beberapa bulan ini semuanya dilakukan dari rumah, maka tak jarang banyak orang yang sudah bosan dan jenuh bahkan ada yang sampai stres jika harus bekerja dan melakukan aktivitas di rumah terus.

Bahkan tak jarang ada orang yang halu, misalnya sudah rindu dengan aktivitas di tempat bekerja maka untuk mengurangi rasa kerinduannya itu orang tersebut melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan di luar rumah kemudian malah melakukannya di dalam rumah. Karena dengan cara ini mungkin bisa mengobati kerinduannya tersebut.

Sekarang ini, bersepeda tengah menjadi olahraga yang tren. Tren bersepeda ini menyerang seluruh kalangan masyarakat mulai dari anak-anak, dewasa sampai dengan orang tua. Setelah sekian lama berada di rumah terus tentu setiap orang sudah bosan dengan ini itu saja di rumah dan untuk mengusir kebosanan tersebut, maka masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang tua melakukan kegiatan bersepeda di tengah pandemi ini. Meskipun akhir-akhir ini tren bersepeda berkembang secara pesat, akan tetapi sejarah perkembangannya sepeda modern ini tidak berkembang sepesat tren bersepeda. Mengutip history, orang yang pertama kali menggagas sepeda adalah bangsawan jerman, Karl Von Drais. Ia membuat pengembangan besar pertama saat menciptakan alat roda dua yang dapat kendalikan pada tahun 1817.

Mengapa banyak orang melakukan kegiatan bersepeda di saat pandemi ini karena selain badan menjadi sehat, bersepeda pada dasarnya memang sangat baik untuk kesehatan mental selama melakukan isolasi ditengah pandemi. Dan bersepeda ini bagi orang yang hobinya bersepeda maka kegiatan ini untuk menyalurkan hobinya tersebut. Seseorang harus memiliki kekebalan tubuh yang kuat karena virus corona ini mudah menyerang orang yang tidak memiliki imunitas yang kuat. Tren bersepeda saat digemari karena banyak yang beranggapan bahwa bersepeda itu memungkinkan pesepeda tidak berdekatan dengan orang lain hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah untuk jaga jarak. Maka masyarakat melakuan kegiatan bersepeda di saat pandemi ini dirasa sangat tepat.

Terlebih selama pandemi ini tidak banyak kegiatan olahraga yang bisa dilakukan di luar rumah misalnya yang biasanya pergi ke tempat olahraga, tetapi saat pandemi banyak tempat olahraga yang ditutup sementara waktu maka mengharuskan kita melakukan olahraga yang bisa dilakukan dari rumah salah satunya yaitu bersepeda, oleh masyarakat kegiatan bersepeda dilakukan untuk melepas stres setelah berada di rumah terus dalam jangka waktu yang lama ini.

Kegiatan bersepeda ini biasanya dilakukan pada pagi hari ataupun sore hari. Ketika pagi hari di jalan raya banyak dijumpai orang yang sedang melakukan olahraga bersepeda. Jika sebelum adanya pandemi biasanya mereka bersepeda pada saat weekend yaitu hari sabtu dan minggu saja karena pada hari itu bagi orang yang bekerja adalah waktunya untuk melepaskan rasa capek dan lelah setelah beberapa hari bekerja.

Dan di tengah pandemi seperti sekarang ini, yang mana setiap hari berada di rumah terus maka kegiatan bersepeda tidak hanya dilakukan pada saat weekend saja akan tetapi ada juga yang melakukannya selain pada hari tersebut seperti pada sore hari setelah selesai bekerja. Biasanya ketika sore hari di jalan desa sangat ramai orang yang bersepeda terutama anak-anak.

Akan tetapi, bagi sebagian orang yang belum terbiasa bersepeda di jalan raya atau bahkan baru pertama di jalan raya bersepedanya mungkin akan lama-kelamaan juga bisa seperti orang yang sudah biasa bersepeda di jalan raya. Yang terpenting ketika bersepeda harus memakai masker, tetap terapkan jaga jaga jarak misalnya 1-1,5 meter antara pesepeda satu dengan pesepeda yang lain, tetapi sebaliknya jika bersepedaan dengan tidak memakai masker atau menjaga jarak bukannya tubuh menjadi sehat malah bisa jadi tubuh kita terserang virus.

Di tengah pandemi ini bisa dikatakan ketika orang-orang sedang bersepeda ria itu seperti halnya sedang melakukan lomba sepeda santai. Jika bersepedanya di pagi hari itu selain menjadikan otot-otot menjadi kuat karena telah mengayuh sepeda juga bisa sambil berjemur karena saat ini berjemur di pagi hari penting agar tidak mudah tertular virus. Bersepeda ini termasuk olahraga yang ringan dan menyenangkan karena dengan bersepeda kita semua bisa keliling-keliling suatu tempat yang mana di sepanjang jalan kita bisa melihat suasana luar rumah sehingga bisa menghilangkan kebosanan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan