oleh

Empat Pencuri Mesin Tempel Diringkus Polisi

 13 total views

BANGKA TENGAH — Satuan Reserse Kepolisian Resort Bangka Tengah, berhasil meringkus empat tersangka pelaku pencuri mesin tempel parahu, yang sudah sangat meresahkan nelayan di wilayah itu.

Pada konferensi pers yang digelar Senin (22/07/2019), Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang mengungkapkan, keempat tersangka pelaku yang ditangkap yaitu Jon, Sup, Jae dan Gun, semuanya warga Bangka Tengah.

Dia menuturkan, tersangka Jon dengan barang bukti curian dua unit mesin tempel perahu merk Yamaha Enduro 25 PK dan 45 PK milik Dadang Susilo, dan satu unit tengki minyak warna merah milik Yasir. Tempat kejadian di Desa Kurau.

Di Desa Penyak, tiga pelaku lainnya yaitu Sup, Jae, dan Gun, dengan barang bukti satu unit mesin tempel perahu merk Yamaha Enduro 25 PK, satu unit mobil Grand Max pick up warna hitam BN 9578 QA, satu unit mobil Zebra Master pick up warna hitam BN 9578 J.

Lebih lanjut Kapolres Bateng itu mengatakan, dari hasil pengembangan penyidikan, tersangka ini bukan hanya melakukan pencurian di wilayah Kecamatan Koba saja, tetapi di kecamatan dan kabupaten lainnya.

“Dari keterangan para tersangka, mereka melakukan pencurian di beberapa lokasi lainnya. Seperti di sekolah TK Desa Kerakas, Kecamatan Sungai Selan. Barang buktinya satu unit kipas angin merk Sogo, satu set speaker aktif merk Advance,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Robi Ansyari.

Para tersangka juga melakukan pencurian Di Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka.

Di Belinyu, para tersangka diduga mencuri tiga unit mesin tempel 18 PK dan satu unit mesin 9.8 PK.

Di Kecamatan Riau Silip, yang dicuri sepeda motor Yamaha Force One.

Di Desa Payung, Bangka Selatan, tersangka melakukan pencurian di bengkel motor, dengan barang bukti tiga buah ban sepeda motor, oli mesin, dan satu unit mesin pembuka baut roda truck.

Masih kata Kapolres, modus para tersangka ini melakukan aksinya pada malam hari, dengan cara memotong tali mesin tempel. Setelah terlepas, kemudian diangkut menggunakan mobil.

“Hasil curian langsung dijual dengan jual Rp13-14 juta per unit. Sampai saat ini kasusnya masih dalam pengembangan, tersangka dikenakan Pasal 363 ayat 3 dan 4 dengan ancaman 7 tahun penjara,” kata Dia.

AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang menghimbauan kepada masyarakat, apabila merasa kehilangan mesin tempel, silakan melaporkan ke Polres Bangka Tengah dan Polsek terdekat.

“Silahkan datang ke Mapolres atau Mapolsek bagi yang merasa kehilangan, termasuk juga yang sudah membuat laporan, silakan mengecek mesinnya yang hilang,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed