oleh

Empat Terduga Pelaku Penganiayaan Menyerahkan Diri

BANGKA TENGAH — Empat terduga pelaku penganiayaan terhadap empat warga Desa Kurau yang terjadi pada Sabtu (16/03) lalu saat ini sudah menyerahkan diri ke Polsek Koba.

Hal itu di benarkan oleh Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan, seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang. Keempat terduga pelaku saat ini sudah diamankan di Polsek Koba.

“Iya benar, semua pelaku penganiayaan sudah menyerahkan diri. Meraka menyerahkan diri tapi beda waktu, yang pertama ada dua pelaku, yaitu RC dan GN, menyerahkan diri pada hari Minggu tanggal 17 Maret 2019 pukul 19.00 WIB. Lalu pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2019 pukul 17.00 WIB, dua pelaku lainnya ikut menyusul menyerahkan diri, yaitu RK dan RS, mereka datang di antar keluarganya,” ungkap AKP Andri Eko Setiawan, Rabu (20/03/2019).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, setelah semuanya dilakukan pemeriksaan apa motifnya sehingga terjadinya penganiayaan? Dari hasil pemeriksaan itu diketahui motifnya dendam lama.

“Dari pemeriksaan terungkap apa motifnya terjadi penganiayaan ini? Ternyata kedua kelompok ini sudah sejak lama bersebrangan dan puncaknya pas hari kejadian itu, yang menjadi pemicunya hal sepele. Tapi karena ada dendam lama, akhirnya terjadilah peristiwa penganiayaan ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dari empat korban penganiayaan yang sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pangkalpinang, tiga di antaranya sudah diperbolehkn pulang ke rumahnya masing – masing. Namun satu korban lainya masih dalam perawatan medis di RSUD tersebut.

“Tiga dari empat korban ini sudah pulang ke rumah masing – masing, dan yang satunya lagi masih dalam perawatan. Saat ini para pelaku penganiayaan akan dikenakan pasal 354 KUHP Jo pasal 170 KUHP, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 9 tahun,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga Kapolsek Koba menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban bersama – sama demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Saya atas nama pribadi maupun sebagai aparat keamanan, meminta kepada Masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban dan keamanan bersama – sama agar situasi Kamtibmas selalu terjaga, sehingga kondisinya selalu kondisif. Apabila ada permasalahan agar diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah, ataupun bisa dilaporkan kepada pihak kepolisian,” imbuhnya.

Dari kejadian ini, lanjut AKP Andri Eko Setiawan, jadikan pelajaran untuk kedepannya agar tidak terulang lagi di kemudian hari. Karena kalau sudah terjadi seperti ini, banyak kerugian yang dirasakan semua pihak. Dia juga meminta semua pihak untuk mempercayakan proses hukum kasus tersebut kepada kepolisian.

“Kasus penganiayaan ini, kami dari kepolisian sudah memproses sesuai prosedur, dan juga kami meminta masyarakat untuk tidak lagi menggembor – gemborkan peristiwa ini. Percayakan kepada kami selaku kepolisian, untuk memproses permasalahan tersebut,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed