BANGKA SELATANHEADLINE

Enam Bulan Gaji Honorer Pengurus Pasien Covid-19 Belum Dibayar

×

Enam Bulan Gaji Honorer Pengurus Pasien Covid-19 Belum Dibayar

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Belasan tenaga tidak tetap atau tenaga honorer yang bertugas mengurusi atau menjaga pasien karantina positif Covid-19 di Gedung Diklat, Kabupaten Bangka Selatan belum menerima honor dari bulan Januari hingga Juni 2021. 

“Benar. Jumlah pengajuan sebesar Rp 300 juta, insentif dari pertengahan bulan Januari sampai Juni. Insentif yang belum diberikan ini adalah yang jaga di karantina,” ujar Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan DKPPKB Basel, Eddial Bustami kepada KabarBangka.com, Senin (26/5/21).

Menurut pria yang akrab disapa Al ini, pencairan untuk pembayaran insentif belasan tenaga honorer tersebut kemungkinan sedang dalam proses. Hanya saja, dia belum mengecek sejauh mana on going process.

“Pencairannya, In Sha Allah kalau dalam rapat teknis antara Pemkab Bangka Selatan dengan Tim dari Polri, Kejaksaan dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah sudah fix. Semoga langsung segera dicairkan,” katanya. 

Ketika disinggung kenapa sampai bisa terjadi belasan tenaga honorer tersebut belum menerima insentif mereka? Menurut Al, masalah pokok pencarian bukan tanggung jawab pihaknya. 

“Nah, kalau masalah pokok kenapa belum dicairkan. Itu lebih ke penanggung jawab kegiatannya. Seharus dari awal, ada yang bersedia di fokuskan kesatu penanggung jawab kegiatan agar tidak terjadi seperti ini,” pungkasnya. 

Pantauan KabarBangka.com, dengan belum dibayarkan insentif tersebut, membuat tenaga tidak tetap atau tenaga honorer tidak bertugas sementara di karantina, Gedung Diklat di Komplek Perkantoran Pemkab setempat. Imbasnya, ruang isolasi Covid-19 di RSUD Kabupaten Bangka Selatan penuh. 

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Erwin Asmadi meminta agar mata anggaran Covid-19 dalam APBD tahun anggaran 2021 segera direalisasikan. 

Hal tersebut membuat Erwin Asmadi geram, pasalnya dari bulan Januari hingga mau akhir bulan Juli 2021, anggaran Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 24 miliar belum terealisasi sama sekali. 

“Mudah-mudahan besok sudah action. Kita ingin di tengah situasi seperti ini, semua anggaran Covid-19 segera di jalankan sebagaimana mestinya,” tegasnya kepada KabarBangka.com, Minggu (25/7/21) malam.

Politisi dari Partai PDIP ini juga meminta agar anggaran tersebut dimaksimalkan untuk membantu masyarakat terdampak, salah satunya melalui penyaluran bantuan sosial atau penyaluran obat-obatan bagi pasien Covid-19 yang isolasi mandiri. 

“Harusnya Dinas Kesehatan terinci rencananya karena kan sudah punya pengalaman tahun kemaren apa saja yang di butuhkan dan tahu persis situasi, siapa saja yang terdampak. Intinya anggaran itu harus segera diturunkan,” pungkasnya. (Yusuf)