HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Gawat Nih! Jumlah Napi Narkoba di Babel Tempati Ranking Pertama

×

Gawat Nih! Jumlah Napi Narkoba di Babel Tempati Ranking Pertama

Sebarkan artikel ini

BANGKA BARAT — Kepala BNN Provinsi Bangka Belitung, Brigjen Pol Zainul Muttaqien, mengungkapkan sejumlah fakta mengejutkan terkait penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Zainul mengatakan, dari data narapidana per kasus seluruh Lapas dari Kanwil Kemenhumkam Babel, per tanggal 24 Juni 2021, jumlah napi kasus narkoba menempati rangking pertama.

Datanya sebagai berikut:

Peringkat 1, kasus narkoba, jumlah napi 1.377

Peringkat ke 2, kasus pencurian, jumlah napi 298 orang.

Peringkat ke 3, kasus perlindungan anak, jumlah napi 256 orang

Peringkat ke 4, kasus pembunuhan, jumlah napi 56 orang

Peringkat ke 5 kasus korupsi, jumlah napi 54 orang.

Ironisnya, tingginya angka napi narkotika tersebut tidak sebanding dengan kapasitas Lapas Sustik di Pangkalpinang, yang hanya mampu menampung 600 orang.

” Sedangkan Lapas Narkotika di Pangkalpinang kapasitasnya hanya 600 orang. Kalau 1.377 berarti kayak ikan teri atau ikan asin di dalam sana,” ujar Zainul saat menyampaikan paparannya di Ruang Rapat OR 1, Setda Bangka Barat, Kamis ( 26/8 ).

Angka kematian akibat narkoba juga cukup tinggi. Zainul menerangkan, berdasarkan hasil penelitian Universitas Indonesia bekerja sama dengan LIPI dan BNN, angka pemakai narkoba yang meninggal dunia di Indonesia dalam satu tahun lalu mencapai angka 107. 071 orang.

” Jumlah tersebut bila dibagi 365 hari, tiap hari meninggal dunia karena narkoba adalah 293 orang. Luar biasa, ini bersaing dengan Covid ini Pak,” tukasnya.

Sementara pecandu narkoba yang berhasil direhabilitasi di Bangka Belitung berjumlah 1.144 orang. Belum lagi kerugian material yang ditimbulkan akibat memakai narkoba.

Zainul memberi contoh, jika satu orang mengkonsumsi narkoba 5 gram saja dalam sebulan, berarti uang yang dikeluarkan sebesar Rp. 5 juta, dalam setahun membengkak sebesar Rp. 60 juta.

” Kalau dikali banyaknya tahanan 1.377 orang, berarti sudah 33 kilogram. Kalau dirupiahkan Rp. 82, 5 milyar. Ini kalau beli kerupuk Bangka sudah dapat berapa? Luar biasa ini,” selorohnya. ( SK )