oleh

Gubernur Dan Ketua DPRD Babel, Tandatangani Nota Kesepahaman Dengan Mahasiswa

PANGKALPINANG — Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, serta Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya, sepakat menandatangani Nota Kesepahaman yang dibuat Mahasiswa Babel dalam menyampaikan aspirasi rakyat yang digelar Senin (30/09/2019), di depan Gerbang Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Dalam aksi yang dilakukan ribuan mahasiswa di Bangka Belitung, Erzaldi memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang hadir, dalam menyampaikan aspirasi rakyat tersebut.

“Terimakasih atas pelaksanaan ini dengan baik, tertib, dan damai. Indonesia tetap menjadi satu, dan kita pelihara kesejahteraan dan kedamaian, dan kita perjuangkan bersama – sama atas apa yang sudah menjadi kesepakatan kita ini,” ungkap Erzaldi.

Selain dari Gubernur Bangka Belitung tersebut, Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya, juga menyampaikan terimakasih atas aspirasi yang telah disampaikan, yang mana akan ditindaklanjut atas nama Rakyat Indonesia.

“Aksi kali ini adalah aksi yang penuh dengan warna rasa kekeluargaan. Untuk itu, kami akan menyampaikan langsung kepada DPR RI, yang Insya Allah pada hari Rabu nanti, kami akan berangkat untuk menyampaikan hasil dari pada sidang rakyat hari ini,” kata Didit.

Dengan menyingkapi persoalan yang ada di Indonesia saat ini, Mahasiswa Bangka Belitung membuat Nota Kesepahaman yang berupa gugatan sebagai berikut :

1. Menolak Undang – Undang KPK dan mendesak Presiden agar segera menerbitkan PERPPU.

2. Menggugat DPR RI merevisi pasal – pasal yang dianggap bermasalah dalam RKUHP dan meninjau ulang pasal – pasal tersebut dengan melibatkan berbagai masyarakat sipil.

3. Menolak RUU Pertanahan yang kontra produktif dengan semangat reforma agraria.

4. Menolak Pimpinan KPK terpilih yang bermasalah, serta mendesak TNI dan Polri untuk tidak menduduki jabatan sipil.

5. Mendesak pemerintah pusat untuk bertanggung jawab penuh atas persoalan KARHUTLA di wilayah terdampak parah, serta mengadili dan mencabut HGU korporasi besar pembakar hutan.

6. Mengecam segala tindakan reprensif aparat terhadap massa aksi, serta meminta Presiden mendesak KAPOLRI untuk mengusut tuntas, serta mengadili pelaku pembunuhan Randi, Bagus Putra Mahendra, dan M. Yusuf Kardawi.

7. Mendesak Presiden untuk segera menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Papua, serta membuka ruang demokrasi seluas – luasnya di Papua.

Aksi Damai ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung hari ini, mendapat pengawalan dan pengamanan dari Polda Bangka Belitung, Polres Bangka, Polres Pangkalpinang, Satpol PP Provinsi Bangka Belitung, dan Satuan Brimob. (Mg/1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed