HEADLINEPEMPROV BABEL

Gubernur Laporkan Pengiriman Tin Slag ke Luhut

×

Gubernur Laporkan Pengiriman Tin Slag ke Luhut

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG — Kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menyampaikan, bahwa ada dugaan telah terjadi tindakan ilegal oleh oknum pengekspor dalam kasus pengiriman tin slag (sisa peleburan timah) dari wilayahnya.
     
Gubernur Erzaldi berpendapat, ada oknum pengekspor tin slag yang beralibi melakukan pengiriman antar pulau, padahal hal itu juga termasuk ilegal. Apalagi dalam praktiknya, mereka diduga merubah haluan, dan mengekspor keluar negeri.

“Kami berupaya kegiatan ini dapat dicegah sehingga proses pemurnian bisa dilakukan di Babel,” terang Gubernur Erzaldi, saat Rapat Koordinasi secara virtual terkait penanganan limbah slag tambang timah, Senin (29/03/2021).
     
Gubernur mengatakan, maraknya penyelundupan limbah peleburan timah dari Pemprov Babel ke luar negeri, menyebabkan kerugian pada negara. Hal ini juga berimbas pada pencemaran dan kerusakan lingkungan darat dan laut akibat limbah, serta tak jarang menelan korban jiwa.
     
Gubernur mengatakan, tujuan pertemuan tersebut untuk merumuskan pencegahan, dikarenakan semakin maraknya penyelundupan mineral ikutan yang kini banyak dilirik oleh industri teknologi tinggi.
     
“Kami sudah mengeluarkan kebijakan Perda Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan dan Produk Samping Timah. Di dalam aturan tersebut terdapat larangan pengiriman mineral ikutan timah keluar negeri,” ujarnya.
     
Oleh karena itu, Gubernur berharap adanya pembangunan industri pengolahan dan pemanfaatan limbah slag timah untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri, dengan memanfaatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri yang tinggi seperti industri baterai dan advance material.
     
“Di Babel sendiri, hanya ada 2 tempat pemurnian mineral ikutan yang menghasilkan zircon dengan kadar minimum 64 persen sesuai dengan Permen ESDM No. 05 Tahun 2017. Maka saya minta untuk diperhatikan terkait penambahan tempat pengelolaan hingga hilirisasi mineral ikutan di Babel agar suplai untuk industri nasional meningkat seperti industri baterai,” terangnya.
     
Dia juga berharap teknologi pertambangan, khususnya di laut agar dimodernisasi mengutamakan aspek ramah lingkungan, dikarenakan penambangan timah saat ini menghasilkan limbah yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan ekosistem laut dan pencemaran lingkungan akibat limbah. (*)