oleh

Gubernur Minta PT Timah Revisi Amdal

PANGKALPINANG — Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengungkapkan, pemerintah akan berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan penambangan TI Tungau atau TI Rajuk Mini di Bangka Selatan.

Pemprov Babel, kata Gubernur, sebelumnya telah mendorong PT Timah Tbk, untuk segera melakukan revisi amdal. Gubernur juga memberikan pemahaman terkait aturan penambangan rakyat.
     
“Agar aktivitas penambangan bisa tertib dan tanggung jawab, kita untuk menjaga keberlangsungan kelestarian lingkungan maka penambangan ini, jangan dilakukan secara perorangan. Agar tertib dan teratur, maka prosesnya juga harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Maka penambangan ini hendaknya dilakukan secara kelompok, dengan membentuk lembaga atau badan usaha,” jelas Gubernur Erzaldi, Senin (29/3) kemarin, saat menerima perwakilan penambang TI Tungau asal Basel.
     
“Revisi Amdal yang pertama ini dilakukan terkait penambahan Ponton Isap Produksi Mini. Selanjutnya kami juga sudah meminta kepada PT. Timah Tbk, untuk membuat kajian teknis terhadap alat-alat yang dipakai, mulai dari standar teknis sampai pada standar keamanan dan keselamatan kerja,” bebernya.

Menanggapi aspirasi penambang TI Tungau tersebut, perwakilan dari PT. Timah Tbk melalui Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Nur Adi mengatakan, jumlah PIP yang disetujui dalam Amdal PT Timah Tbk berjumlah 360 unit.
     
“Adapun PIP yang disetujui tersebut adalah PIP yang sudah memenuhi aspek teknis dan lingkungan hidup, yaitu yang sudah mendapatkan rekomendasi teknis dari Minerba. Nah, PIP ini PIP Mini, dan ini yang kami harapkan mirip dengan yang bapak-ibu gunakan selama ini. Jadi solusinya adalah kami melakukan revisi amdal untuk PIP yang telah eksisting sebelumnya,” ujarnya.
     
PT Timah, kata Adi, akan mengajukan surat ke pusat, agar mereka dapat mengakomodir keinginan masyarakat untuk menambang, namun belum memenuhi kajian teknis dan lingkungan.
     
“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini kami mengajukan Amdal PIP Mini yang awalnya berjumlah 360 ini kita ajukan menjadi 2.000 unit. Kita berharap pengajuan kita ini dapat disetujui sesuai dengan rekomendasi teknis dan lingkungan,” pungkasnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan