oleh

Harapan Walikota Pada Forum Anak Pangkalpinang 2019

PANGKALPINANG — Walikota Pangkalpinang melalui Staf Ahli Bidang Politik Dan Hukum, Rika Komarina, secara resmi membuka kongres Forum Anak Pangkalpinang 2019 di Hotel Grand Mutiara Pangkalpinang, Rabu (27/03/2019) pagi.

Mengawali sambutannya, Rika Komarina menyampaikan permohonan maaf Walikota Pangkalpinang Maulan Akil, yang tidak bisa hadir pada kegiatan tersebut. Menurutnya, Walikota Pangkalpinang sudah dijadwalkan hadir, namun berhalangan karena ada kegiatan lain yang tidak bisa ditunda.

“Sampai jam delapan tadi, Bapak Walikota sudah menjadwalkan hadir pada acara ini. Tapi karena ada kegiatan bersama tim KPK, beliau menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir disini bersama kita. Mungkin di lain waktu dan kesempatan, anak – anak sekalian bisa bertemu dengan beliau (Walikota-red),” ungkap Rika Komarina.

Anak, lanjutnya, terlahir seperti kertas putih. Yang artinya, anak bisa dibentuk menjadi apa saja, seperti kertas putih yang bisa ditulis, digambar, dan dibentuk apa saja. Orang tua dapat membentuk anak seperti apa? Dan akan menjadi Apa?

“Apalagi sekarang generasi milenial, kalian anak – anak tidak lagi hanya mendengar, tapi kalian juga butuh di dengar. Karena kebanyakan ego orang tua itu banyak mengatur, anakya harus menjadi seperti ini. Padahal, mereka (anak) ingin menjadi diri mereka sendiri. Kalian pasti ingin jadi diri kalian sendiri, kan? Kalian pasti tidak suka disbanding – bandingkan dengan orang lain, kan?,” kata Dia disambut jawaban “iya” dari peserta.

Masih kata Rika Komarina, sekarang ini anak – anak mudah membuka internet, sehingga wawasan anak – anak jadi luas. Hal itulah yang membuat anak – anak tidak lagi hanya jadi pendengar, tapi anak – anak juga butuh agar aspirasinya di dengar. Oleh karena itu, pada pertemuan Forum Anak kali ini, Dia berharap anak – anak dapat berprestasi di tingkat provinsi.

Walaupun akhir – akhir ini banyak kejadian – kejadian yang negatif kepada anak – anak. Namun Dia meminta anak – anak untuk jangan berkecil hati nantinya. Karena Pemerintah tidak akan membiarkan anak -anak jatuh kedalam keterpurukan.

Bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap Anak di antaranya melalui Undang – Undang Perlindungan Anak, Undang – Undang Hak Azazi Manusia, Perda Perlindungan Anak, Perda Penyandang Disabilitas, dan Perda Ruang Terbuka Publik Yang Ramah Anak.

“Jadi, pemerintah tidak semata – mata membiarkan kalian kedalam keterpurukan yang terjadi akhir – akhir ini. Pemerintah senantiasa hadir dan memperhatikan kalian dalam berbagai hal,” terangnya.

Staf Ahli Walikota Pangkalpinang itu juga berpesan, agar anak – anak Kota Pangkalpinang tidak menikah di usia dini. Karena menurutnya, pernikahan dini itu sangat beresiko dalam berbagai hal.

“Nanti setelah tamat SMA, jangan mau cepat – cepat dinikahkan. Karena perkawinan dini itu, efeknya banyak. Kesehatan reproduksinya belum siap, jika anak – anak yang melahirkan anak. Aneh gak kedengaranya? Anak – anak melahirkan anak? Bukan ibu – ibu yang melahirkan anak. Oleh karena itu sejak dini tanamkan dalam diri kalian, bahwa Saya harus maju, Saya harus sekolah, Saya harus membanggakan orang tua,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Rika Komarina berpesan agar anak – anak yang tergabung dalam Forum Anak Kota Pangkalpinang bisa berprestasi, dan dapat mewakili Kota Pangkapinang menjadi Duta Anak.

“Melalui forum ini, melalui kegiatan ini, berprestasilah! Mudah – mudahan nanti kalian dapat mewakili Kota Pangkalpinang ketika kalian menjadi Duta Anak nantinya, di tangan kalianlah, melalui sosialisasi – sosialisasi, teman – teman kalian bisa mengetahui peraturan – peraturan Perlindungan Anak, bahaya narkoba dan lain sebagainya. Nantinya kalian turut mendukung program pemerintah,” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan Pembacaan Naskah Deklarasi Forum Anak Pangkalpinang bersama unsur Pemerintah Kota Pangkalpinang dan insan pers, diakhiri penandatangan Deklarasi Stop Perkawinan Anak. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed