oleh

Harga Lada Tembus Rp 96.000

PANGKALPINANG — Kesabaran dan kerja keras Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, untuk mengembalikan kejayaan lada Babel, mulai terlihat. Langkah beraninya agar Babel keluar dari International Pepper Community, juga menjadi strategi yang tepat.

Kerja keras jajarannya bersama para petani patut mendapat apresiasi. Karena ternyata bukan hanya lada saja yang naik, tapi ada komoditi lain yang juga merangkak naik seperti sawit dan karet.

Dari data yang dikeluarkan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), harga beli Muntok White Pepper Provinsi Babel per tanggal 1 April 202, tembus di harga Rp96.000 per kilogram.

Perinciannya, lada dengan kualitas MQ (kualitas lada yang merupakan hasil panen dari petani yang belum disortir dan uji lab) harga belinya Rp90.000.

Kemudian, lada dengan kualitas SNI 2 (kualitas lada yang telah disortir dan uji lab) harga belinya Rp94.000 per kilogram.

Untuk kualitas SNI 1 (kualitas lada super yang telah disortir dan uji lab) sekarang tembus dengan harga beli Rp96.000 per kilogram.

Sementara komoditi lainnya seperti karet, harga tingkat kabupaten Rp7.000 sampai Rp9.000, untuk harga provinsi Rp9.000 sampai Rp12.000, dan yang disepakati adalah harga tingkat kabupaten, yaitu berkisar Rp8.000 sampai Rp9.000.

Untuk harga kelapa sawit di tingkat petani Rp1.800 sampai Rp1.900, untuk tingkat pabrik sudah sampai Rp2.100 perkilo.

“Kita patut bersyukur dengan mengucapkan Alhamdulillah, karena seperti kita ketahui, komoditi pertanian khususnya pertanian perkebunan ini mengalami perbaikan harga. Ada beberapa komoditi yang memang naik sejak kemaren. Jelas tampak ada perubahan harga, yaitu yang pertama perubahan harga lada. Kemudian perbaikan harga juga terjadi pada sawit. Diikuti juga dengan komoditi lainnya seperti karet, juga mengalami kenaikan. Ini merupakan sebuah proses yang sudah mulai tampak,” terang Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemprov Babel, Irman HS.SP, Selasa (30/3) lalu.

Menurut Irman, dengan kenaikan yang terjadi kemarin, membuktikan bahwa arahan-arahan yang dikeluarkan oleh Gubernur Erzaldi untuk program pertanian sejak tahun 2018, terjawab dan menampakkan hasil.

Lanjut Irman, sejak tahun 2018 Gubernur Erzaldi membuat program kepada Dinas Pertanian, untuk memberikan sekaligus membantu seluruh petani lada mulai dari benih, pupuk, dibantu oleh Pemprov Babel.

“Bahkan ini (kenaikan harga lada) juga tidak luput atas keberanian beliau, yaitu kita memisahkan diri yang dari namanya IPC, kumpulan beberapa negara yang memang penghasil lada yang diketuai oleh Vietnam,” bebernya.

Dalam kondisi Babel tergabung di IPC, kata Irman, maka tidak bisa menentukan harga. Keputusan Gubernur Erzaldi inilah, dianggap keputusan yang terbaik buat petani lada khususnya.

“Sehingga dampak yang akan datang jika masih bergabung dengan IPC, kita tidak bisa menentukan harga lada kita sendiri. Sekarang kita tidak tergantung lagi kepada Vietnam,” imbuhnya.

Artinya, lanjut Irman, kebijakan yang dikeluarkan Gubernur tidak hanya kepada tahap bawah saja, tetapi di tingkat internasional ia berani mengambil keputusan seperti itu, untuk memajukan kejayaan lada.

Komitmen Erzaldi sendiri untuk mengembalikan kejayaan lada sudah berjalan berturut-turut, sejak tahun 2018 hingga 2021. Bantuan demi bantuan terus digulirkan kepada para petani.

“Fluktuasi harga selalu terjadi, namun bagaimana kita menyikapinya? Dengan komitmen pemerintah yang berkomitmen sampai empat tahun, hari ini terus membantu sarana prasana, menjadi peluang besar bagi masyarakat khususnya petani, untuk fokus mengembangkan tanaman lada ini,” lanjutnya.

Apa yang telah terjadi di pasar, ujar Irman membuktikan apa yang diinginkan dan dicita-citakan Gubernur Erzaldi bersama para petani terjawab dengan kenaikan harga yang signifikan.

“Ini membuktikan bahwa komitmen hitung hitungan Gubernur Babel tepat. Kita yakin beliau seorang pemimpin yang tidak mungkin tidak memikirkan. Ini peluang ketika kepala daerah kita sangat mendukung sektor pertanian dan hari ini pertanian memiliki nilai strategis yang bisa dikembangkan untuk perbaikan ekonomi petani kita,” ujarnya. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan