oleh

Hendak Pergi Nyanting, Wanita Ini Malah Ditodong Senjata Tajam

BANGKA — Malang nasib Sar (29), warga Bukit Mang Kadir, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu. Saat menunggu Speed Boat untuk pergi nyanting ke lokasi TI Rajuk, dirinya malah ditodong sajam oleh Kap alias Can (27), asal OKI, Sumsel.

Sar ditodong sajam lantaran berkelahi dengan Inem (30), istri tersangka pelaku, pada Jum’at (03/04/20) siang di Pangkalan Speed Boat Dusun Tanjung Batu, Desa Lumut, Kecamatan Belinyu. Sebelum ditodong sajam, Sar juga diduga sempat dianiaya oleh Inem, istri tersangka.

Tersangka Kap alias Can ditangkap Unit Reskrim Polsek Belunyu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / B – 224 / IV / TUK.7.2.4 / 2020 / Babel / Res Bangka / Sek Belinyu / SPK Tanggal 3 April 2020.

Kapolsek Belinyu AKP Ricky Dwiraya Putra, melalui Kanit Res Polsek Belinyu IPDA Teguh Widodo, membenarkan adanya kejadian penganiayaan dengan motif pengancaman menggunakan sajam tersebut.

” Iya, ada dugaan tindakan membawa, mempergunakan, senjata tajam tanpa izin, atau melakukan perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman kekerasan terhadap orang lain,” ungkanya.

IPDA Teguh menuturkan, kejadian bermula saat korban hendak pergi nyanting atau ngereman di TI Rajuk yang berada di perairan Dusun Kelapa Hutan. Saat itu korban bersama Lastriana (saksi), yang merupakan kerabat satu kampungnya.

” Awalnya pada hari Jum’at tanggal 3 April 2020 sekira jam 11.00 Wib, korban dan Lastriana baru saja sampai di pangkalan speed boat Dusun Tanjung Batu, dengan maksud mau nyanting (ngereman) ke lokasi Tambang Inkonvensional jenis Rajuk di daerah Laut Kelapo Utan,” bebernya.

Pada saat korban bersama saksi sedang menunggu speed boat agar dapat menuju ponton, dengan tiba-tiba istri pelaku langsung menghampiri korban.Sempat terjadi cekcok mulut, hingga akhirnya berujung pemukulan.

” Korban didatangi oleh istri pelaku, saat itu cek cok mulut. Lalu istri pelaku menampar pipi korban sebelah kiri, lalu menarik rambutnya dan jilbabnya hingga putus,” jelasnya.

Melihat istrinya seperti itu, tersangka pelaku langsung reflek dan hendak melayangkan bogem ke arah wajah Sar, namun korban menghindar. Dari kejadian itu, korban memutuskan untuk pulang. Namun pada saat korban berada di atas sepeda motor, pelaku langsung menodongkan sajam ke leher korban, dan mengancam akan membunuhnya.

” Pada saat korban berniat pergi dari lokasi tersebut, tepatnya pada saat korban sedang berada diatas sepeda motor, pelaku menghampiri korban lagi. Lalu pelaku dengan memegang pisau yang masih berada didalam sarung, dan sudah diarahkan ke leher korban sambil berkata, Mati kau! Mati kau! kepada korban secara berulang-ulang,” IPDA Teguh menjelaskan.

Korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Belinyu. Setelah dilakukan penyelidikan, Polisi menangkap tersangka pelaku di lokasi TI Rajuk Kelapa Hutan tempatnya bekerja menambang timah.

Tersangka pelaku kini mendekam di Ruang Tahanan Polsek Belinyu, guna proses hukum selanjutnya. Dia dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, atau Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Polisi juga mengamankan barang bukti satu bilah pisau stainless merek Columbus bergagang plastik warna kuning kombinasi coklat, dengan panjang krg lbh 25 Cm, berserta sarung pisau warna hitam yang digunakan pelaku, satu helai jilbab dan satu helai masker kain milik korban. (Mg/1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed