oleh

Hoax, Ancaman Bagi Kehidupan Bernegara

Penulis: Indah Meilinda
Mahasiswi Fakultas Hukum Uiversitas Bangka Belitung

Seiring berjalannya waktu teknologi saat ini semakin berkembang. Dengan berkembangnya teknologi ini, semakin berkembang pula kemudahan dalam mencari dan mendapatkan informasi serta dalam kebebasan berbicara terutama di dunia maya. Apalagi dengan kehadiran alat komunikasi yang hampir dimiliki oleh seluruh manusia saat ini. Namun, tidak semua orang bisa menggunakan teknologinya secara bijak, terutama dalam menyebarkan informasi yang sedang viral. Penyalahgunaan teknologi inilah yang menjadi momok dalam kehidupan masyarakat, kemudahan menyebarkan berita membuat seseorang dapat melakukan berbagai kejahatan terutama menyebarkan berita palsu atau bohong yang akrab didengar sebagai Hoax. Saat ini, hoax menjadi ancaman yang besar bagi seluruh masyarakat dan kehidupan bernegara terutama di Indonesia. Hal ini sangat membahayakan mengingat hoax dapat dengan cepat tersebar ke seluruh media sosial, inilah yang dapat memicu terjadinya konflik dan keretakan integritas bangsa.

Dampak hoax sendiri dalam kehidupan bernegara tentu harus mendapat perhatian lebih mengingat agar tidak terjadi keretakan dalam persatuan dan integritas bangsa. Keresahan masyarakat juga merupakan dampak yang ditimbulakan dari berita hoax, banyaknya berita fitnah dan simpang siur di media sosial maupun secara langsung makin menjadi kekhawatiran akan terpecah-belahnya kehidupan bernegara. Tidak hanya dalam kalangan masyarakat, dalam dunia politik dan hukum juga banyak yang dijadikan para pelaku untuk membuat hoax yang tentunya akan menghancurkan nama baik bangsa.

Namun saat ini, bagi penyebar hoax dapat diancam Pasal 28 ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-undang ITE yang menyatakan “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6(enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 miliar.

Pemerintah harus mulai serius menangani penyebaran hoax ini, apalagi berita hoax sudah dibuat sedemikian rupa menyerupai berita asli, sehingga banyak yang mudah percaya akan berita palsu itu. Kemudian, bagaimana respon pemerintah terhadap penanggulangan hoax? Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi penyebaran hoax dalam kehidupan bernegara. Pertama, menegakkan berbagai aturan hukum yang terkait penyebaran hoax seperti pasal tersebut. Kedua, upaya menciptakan e-government untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan pelayanan publik dalam berteknologi. Hal ini ditandai dengan menggunakan berbagai pelayanan digital dalam pemerintahan. Upaya ini merupakan langkah yang harus diteruskan bahkan harus semakin di tingkatkan.

Oleh karena itu, marilah bijak ketika menggunakan teknologi apalagi dalam menerima dan menyebarkan berita. Ada baiknya berita yang baru diterima ditelaah terlebih dahulu dengan baik dan dicari sumbernya agar kita tidak mudah termakan oleh hoax dan tidak mudah menyebarkan berita yang jelas salah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan