oleh

Hujan, Upacara Hardiknas 2019 Digelar Di Ruang Pertemuan

 11 total views

PANGKALPINANG — Lantaran hujan yang mengguyur Kota Pangkalpinang sejak pagi, Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2019 terpaksa digelar di Ruang Pertemuan Lantai 1 Kantor Walikota Pangkalpinang, Kamis (02/05/2019). Wakil Walikota Pangkalpinang Muhammad Sopian, di daulat menjadi Inspektur Upacara.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakil Walikota Pangkalpinang mengatakan, masih adanya berbagai keterbatasan dalam proses pembangunan Pendidikan dan Kebudayaan di tanah air. Seperti kompleksitas masalah guru dan tenaga pendidikan, serta sejumlah kasus-kasus yang tidak mencerminkan kemajuan pendidikan.

Dikatakannya, Pemerintah telah berusaha untuk senantiasa responsive dalam memecahkan masalah-masalah tersebut, tentunya yang selaras dengan paradigma pendidikan.

“Kita juga mencatat, anggaran pendidikan kita sekitar 63 persen dikelola daerah. Oleh karena itu, perlu diingatkan secara terus-menerus, agar daerah mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN, baik melalui Dana Alokasi Umum maupun Dana Alokasi Khusus, dengan memperhatikan kualitas pemanfaatan untuk program-program prioritas, serta APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20 persen,” kata Dia.

Masih menurut Muhadjir Efendy, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dalam rangka penguatan sumber daya manusia yang berkualitas akan berjalan secara optimal, manakala pemerintah daerah dan segenap pemangku kepentingan yang ada proaktif dan lebih aktif, dalam mendorong kemajuan dunia Pendidikan dan kebudayaan.

Dalam perspektif Kemendikbud, pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu Pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Pendidikan karakter dimaksudkan untuk membentuk insan yang berakhlak mulia, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti luhur. Sementara ikhtiar membekali keterampilan dan kecakapan, disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan.

“Tentu semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia Pendidikan, di tingkat pusat dan daerah,” katanya.

Dijelaskannya, peradaban dunia berkembang cepat, sementara dunia pendidikan masih bergerak lamban. Hadirnya Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup, cara bekerja, dan cara belajar. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dapat mempengaruhi cara berpikir, perilaku, dan karakter peserta didik.

“Saat ini, peserta didik kita didominasi Generasi Z, yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Mereka lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh sekolah dan para guru, untuk menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital, tentunya dengan sentuhan budaya Indonesia melalui Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat Pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” terang Dia.

Pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota Pangkalpinang yang didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, dan perwakilan dari Kodim 0413 Bangka, menyerahkan penghargaan kepada para Kepala Sekolah dan Guru TK, SD, dan SMP yang menjadi Juara Pertama pada Lomba Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Kota Pangkalpinang. Para pemenang ini akan mewakili Kota Pangkalpinang di Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan kepada para Pemenang Lomba Roket Air Tingkat SMP / MTs se-Kota Pangkalpinang belum lama ini. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed