HEADLINEKABAR DPRD

Ini Bentuk Kepedulian Kita

×

Ini Bentuk Kepedulian Kita

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, mengajak kepada semua pihak untuk terus menjaga dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Demikian dikatakan Herman Suhadi, saat menghadiri kegiataan Gerakan Penanaman Pohon Dalam Rangka Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang di Desa Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, tepatnya di samping terminal VVIP Bandara Depati Amir, Jum’at (28/1).

” Ini bentuk kepedulian kita, agar bagaimana lahan-lahan ini bisa jadi hijau kembali, dan lingkungan sekitarnya pun tidak rusak. Ini sebuah kepedulian yang baik,” ujarnya.

Diharapkan, kegiataan penanaman pohon dapat berkelanjutan dan lahan yang telah dilakukan reboisasi dan rehabilitasi tersebut dapat terus dijaga dan dipelihara dan dapat lebih produktif.

” Intinya ini harus dipelihara, dan ini juga ditanam sama-sama. Ya, kita pelihara secara bersama-sama juga. Lahan-lahan seperti ini kan banyak, kita menyarankan agar banyak kegiatan-kegiatan seperti ini nantinya,” kata dia.

Gerakan penanaman pohon dalam rangka reboisasi dan rehabilitasi lahan pasca tambang dilakukan secara serentak di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi kepulauan Bangka Belitung, dengan Luas lahan yang akan direboisasi dan direhabilitasi sekitar 35 hekta. Lahan tersebut berada di kawasan hutan, fasilitas umum dan tempat wisata.

Total 7410 bibit pohon yang ditanam. Antara lain bibit jambu mente 6200 batang, bibit pinang 500 batang, bibit pinus laut 500 batang, bibit kayu putih 200 batang, bibit ketapang laut 150 batang, dan bibit durian 10 batang.

“Bukan hanya kita menegakkan hukum secara refresif, tetapi ada upaya -upaya pencegahan untuk bagaimana lahan ini bisa berfungsi kembali? Dan lahan ini tidak dimasuki lagi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak mempunyai wewenang sesuai aturan. Itu yang menjadi dasar kami,” ungkap Kapolda Babel, Irjen Pol Yan Sultra.

Sementara Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, mengatakan kegiatan ini atas inisiatif bersama, sebagai bentuk rasa keprihatinan. Pasalnya, banyaknya lingkungan yang rusak akibat tambang ilegal.

“Sangat banyak kita melihat lingkungan yang rusak karena tambang ilegal. Kita ingin bersama melestarikan, memperbaiki, dan menjaga lingkungan yang rusak,” kata dia. (*)

Sumber : Setwan