oleh

Ini Bukan Pertama Kalinya

BANGKA — Ketua PWI Bangka Zuesty Novianti angkat bicara terkait adanya dana kompensasi dari KIP Matras kepada media. Bahkan kabar kompensasi yang ditujukan untuk media atau wartawan itu kembali heboh baru-baru ini

Melalui pernyataan resminya WAG PWI Bangka, Kamis (11/08) pagi, wanita yang kerap disapa Esty itu menyebutkan, kompensasi atau aliran dana itu layaknya sebuah kue yang diperebutkan. Bahkan carut marut ini bukan hanya kali ini saja.

” Carut marut ini bukannya baru kali ini heboh di kalangan jurnalis, ini lagu lama kaset baru rilis lagi. Sejak masuknya KIP di Laut Matras uang ini, semacam kue yang enak dan diperebutkan berbagai pihak yang mengaku layak mendapatkan,” kata Esty.

Pada dasarnya lanjut Esty, aliran dana itu harusnya disalurakan kepada masyarakat sekitar seperti nelayan, karena mereka adalah masyarakat yang terimbas dari kegiatan penambangan dengan KIP tersebut.

Tak menampik kata Esty, dia juga mengaku sempat mendapatkan tawaran dari pihak terkait untuk mengkoordinir aliran dana yang dikhususkan untuk media. Namun kata Esty, dia menolak.

“Iya, beberapa kali ditawarkan tapi saya tolak. Karena itu bukan tugas saya. Saya cuma berpesan karena situasi sudah kondusif dan tidak ada gejolak penolakan maka seharusnya dana kompensasi itu disalurkan secara full kepada masyarakat terimbas. Gak ada faedahnya profesi wartawan menerima dana tersebut. Apa korelasinya ?,” bebernya.

Untuk itu terkait permasalahan ini, Esty menyarankan permasalahan ini juga melibatkan aparat hukum terkait, guna mengetahui ada atau tidaknya tindak pidana terkait kompensasi untuk wartawan itu. (Randhu)