oleh

Ini Kawasan Yang Akan Diberlakukan ETLE

PANGKALPINANG — Direktorat Lalu Lintas Polda Babel, akan memulai melakukan penerapan kawasan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik.

Direktur Lalu Lintas Polda Babel, Kombes Pol Hindarsono mengatakan, adapun dasar penerapan ETLE yang menjadi prioritas Kapolri dalam penindakan yang efektif dilakukan pada masa pandemi Covid-19 ini.

“Revolusi industri 4.0, mobilitas dan harapan masyarakat 5.0, menghindari konflik petugas dan pelanggar, menghilangkan pungli serta menghindari kontak fisik,” ucap Kombes Pol Hindarsono, Kamis (25/2), saat dikonfirmasi melalui Whatsapp.

Hindarsono mengatakan, tujuan penerapan ETLE tersebut untuk membangun budaya baru dalam tertib berlalu lintas.

“Membangun budaya baru dalam tertib berlalu lintas di kehidupan masyarakat sehari-hari di seluruh lapisan tanpa terkecuali, dengan berbagai macam status sosial (tanpa pandang bulu),” jelasnya.

Dijelaskan Dirlantas Polda Babel ini, bahwa pola kerja sistem ETLE ini terdapat CCTV yang mengawasi pengguna jalan selama 1×23 jam. Rekaman kamera CCTV dapat digunakan sebagai barang bukti dalam perkara Pelanggaran Lalu Lintas, Camera Face Recognition berfungsi untuk mendeteksi sensor di wajahnya.

Selain itu juga terdapat Camera Check Point, yang berfungsi mendeteksi Gar Lalin antara lain Safety Belt dan Distruction (guna HP), ANPR Camera (automatic number plate recognition) mendeteksi Ranmor berdasarkan TNKB secara otomatis. Kamera ini juga mampu mengidentifikasi jenis tipe/merk dan warna Ranmor yang melintas di kawasan atau wilayah tertentu.

Dikatakannya, sistem ETLE juga memiliki fitur Traffic Flow Management, yang mana untuk mengetahui kondisi macet atau tidak? Sehingga bisa memberikan info ke publik, bahwa kondisi ruas jalan tertentu sedang macet.

Adapun proses yang dijalankan apabila terdapat pelanggar yang terkena tila ETLE tersebut berupa Automatic analyze, capture camera (pelanggar lantas), Petugas verifikasi (back office), Surat konfirmasi, Surat konfirmasi antar ke alamat yang terdata di nomor polisi kendaraan bermotor.

Serta proses lainnya Apabila Ya konfirmasi melalui web/hadir di posko, Apabila Tidak konfirmasi (blokir), Kode BRIVA (via sms/email), Bank (pembayaran bank multipayment), Apabila tidak terkonfirmasi maka blokir STNK.

Adapun alat-alat yang digunakan berupa ANPR camera, Strobe flash, Traffic Management Server, Server VMS, Storage, LED Lamp, Traffic Signal Detector, Speed radar.

Diketahui untuk saat ink terdapat empat titik lokasi yang diberlakukan kawasan ETLE di wilayah Kota Pangkalpinang, yaitu simpang lampu merah Kantor Gubernur, simpang lampu merah Semabung, simpang lampu merah PT. Timah, simpang lampu merah Masjid Jamik.

Masih kata Hindarsono, waktu untuk diberlakukannya sistem kawasan ETLE tersebut masih menunggu jawaban dari Pemprov Babel dan Pemkot Pangkalpinang, terkait pengadaan alat. (Iqbal)

News Feed