Ini Kesan Penumpang Kapal Pesiar Coral Adventurer Cruise tentang Muntok

HEADLINE218 Dilihat
Lorenzo dan Anne Cheevers berpose dengan Yanni Slootweg dan warga kota Muntok, Kamis ( 25/4/2019 )

BANGKA BARAT – Anne Cheevers, salah seorang penumpang Kapal Pesiar Coral Adventurer Cruise asal kota Perth, Autralia Barat mengaku sangat terkesan dengan penyambutan yang sangat meriah oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Barat dan warga kota Muntok.

Wanita lanjut usia ini bersama Lorenzo, suaminya tak sungkan berbincang akrab, foto bersama dan bersenda gurau dengan pengunjung Pantai Tanjung Kalian.

” Saya sangat terkesan dengan sambutan yang meriah dari pemerintah lokal dan warga Muntok di Tanjung Kalian, karena walaupun tidak banyak yang bisa berbahasa Inggris, saya sangat senang melihat semuanya tersenyum dan dengan penyambutan yang sangat ramah,” kata Anne kepada wartawan saat menikmati sajian makanan khas Muntok di Pantai Tanjung Kalian, Muntok, Kamis ( 25/4/2019 ) sore.

Kesan yang dirasakan Anne yakni, penyambutan dengan pertunjukan seni daerah berupa Tari Sambut, Pencak Silat dan beberapa kesenian daerah lainnya yang ditampilkan saat kapal Coral Adventurer Cruise singgah di perairan Tanjung Kalian.

” Kami tadi saat melihat dari boat melihat langsung ke arah daratan,
kami sangat kaget dan ada kesan baik orang – orang lokal sudah menunggu dengan penyambutan sedemikian rupa dengan tari – tarian dan juga ada pemerintah lokal juga, kami sangat terkesan,” ucapnya.

Anne mengatakan, ini merupakan kunjungan kali pertamanya di kota Muntok.

” Saya juga belum pernah datang ke Muntok sebelumnya ini adalah kali pertama saya ke Muntok. Tetapi untuk daerah – daerah lain di Indonesia, seperti Bali sangat sering saya kunjungi karena tempat domisili saya di Australia Barat, kota Perth sangat dekat dengan Bali,” ujarnya.

Setelah mendengar di kota Muntok terdapat monumen Australia Nurses Memorial, dimana 22 orang perawat asal Australia menjadi korban Perang Dunia ke – 2 pada tahun 1942, Anne mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Galeri Vivian Bulwinkel di Museum Timah Muntok.

” Tetapi saat ini tidak memungkinkan karena di dalam kapal semuanya sudah terjadwal, apalagi kapal yang kami tumpangi adalah kapal yang kebanyakan di tumpangi oleh orang – orang yang sudah lanjut usia. Jadi apapun yang kami lakukan itu sangat teragendakan, tidak bisa melakukan hal lain diluar agenda itu,” imbuhnya. ( SK )

Tinggalkan Balasan