oleh

Ini Program Unggulan Kecamatan Simpangkatis

Roy Haris

BANGKA TENGAH — Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah membuat suatu terobosan dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan di wilayah Kecamatan Simpang Katis. Program tersebut dinamai dengan nama “One PKK One Produk”, yang dimaksudkan setiap satu desa memiliki satu produk unggulan.

“Contoh seperti Desa Pinang Sebatang, akan dikembangkan industri ikan salai Nanti desa lainnya mengikuti juga mengembangkan produk unggulan yang ada di desa masing-masing sebagai produk industri kreatif,” ujar Camat Simpang Katis, Roy Harris, Kamis 17/01/2019

Dijelaskan Roy, Program tersebut untuk menepis anggapan kebanyakan orang, yang selama ini PKK identik dengan kegiatan masak dan memasak, dan anggapan itu akan terbantahkan dengan melibatkan mereka untuk berperan dalam sektor ekonomi kreatif.

“Desa Pinang Sebatang akan kami jadikan percontohan pengembangan industri ikan salai. Disini peran PKK untuk membina dan bahkan juga membeli putus produk ikan salai yang dihasilkan para UMKM, sebagai upaya memasarkan produk mereka,” jelasnya.

Menurut Roy, ikan air tawar jika dikembangkan menjadi industri kreatif tentu lebih menjanjikan dibanding menjual ikan dalam bentuk mentah atau belum diolah.

“Contohnya ikan salai, itu harganya mencapai ratusan ribu per kilogram atau jauh lebih mahal dibanding menjual bahan bakunya,” tuturnya.

Dirinya juga menambahkan pihak Kecamatan Simpangkatis terus berupaya mengembangkan sektor industri perikanan air tawar, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga.

“Kami terus berinovasi dalam mengembangkan program ekonomi kreatif, di antaranya sektor perikanan air tawar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sedang berupaya menggali potensi perikanan air tawar yang mulai digalakkan warga di Desa Pinang Sebatang, mereka terus dibina agar menjadi usaha yang bisa diandalkan untuk menopang perekonomian warga.

“Kami mencoba mengembangkan industri ikan salai di Desa Pinang Sebatang karena potensi perikanan air tawar di desa tersebut lumayan tinggi,” pungkasnya. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed