oleh

Ini Terduga Pemilik Ponton TI Rajuk Di Kolong Pungguk

 17 total views

Ponton TI Rajuk di kolong Pungguk

* Ada Oknum Aparat Dan Wartawan

BANGKA TENGAH — Para penambang yang melakukan aktivitas penambangan timah secara ilelgal di Kolong Merbuk, Kenari, dan Pungguk, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, seakan tidak pernah takut dengan hukum dan aparatnya. Tindakan aparat terkait seakan tidak memberikan efek jera. Tentu saja ini menjadi pertanya besar bagi publik, mengapa bisa begitu?

Sumber media yang enggan identitasnya dimuat mengungkapkan, beraninya para penambang menambang timah secara ilegal di lokasi tersebut, tidak terlepas dari adanya dugaan keterlibatan oknum tertentu. Baik sebagai becking, maupun sebagai pemilik ponton.

Data yang diperoleh di lapangan, terdapat sebanyak 11 unit ponton TI Rajuk yang ditertibkan oleh aparat kepolisian dari Mapolres Bangka Tengah, pada Jumat (17/05/2019) pagi.

Dari sebelas unit ponton TI Rajuk itu, yang tercatat sebanyak delapan orang sebagai pemilik. Di antaranya AS warga Koba satu unit, MRY warga Arung Dalam satu unit, IWD warga Koba tiga unit, YD warga Simpang Perlang satu unit, YL warga Berok satu unit, BD warga Arung Dalam satu unit, dan dua unit diduga milik oknum anggota TNI bernisial “Si” yang berpangkat kopral.

Dari data yang diperoleh juga terungkap, satu unit peralatan TI Rajuk ilegal itu diduga milik dua oknum wartawan berisinisial Rn dan Pt. Serta satu unit TI Rajuk milik YL warga Berok, diduga dibeckingi oleh Sw, oknum anggota Polri yang berpangkat Bripka.

Namun saat dikonfirmasi terkait kabar adanya dugaan keterlibatan oknum TNI, wartawan dan anggota Polri, dalam aktivitas penambangan pasir timah ilegal di kawasan Pungguk itu, Kabag Ops Polres Bangka Tengah Kompol Sarwo Edi Wibowo mengatakan kurang tahu soal itu.

“Kurang tahu Saya bang kalau itu,” kata Sarwo Edi menjawab pesan WhatsApp wartawan.

Dikabarkan sebelumnya, kegiatan penertiban TI Rajuk yang menambang timah secara ilegal di Kolong Pungguk, Jum’at pagi kemarin, dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bateng, Kompol Sarwo Edi. Petugas memberikan batas waktu sampai Sabtu (18/05/2019) sore ini, semua peralatan tambang harus segera diangkat dari lokasi tersebut.

“Jika aktivitas penambangan ini terus menerus berjalan, selain akan merusak lingkungan, tidak tertutup kemungkinan ini membuka pintu bagi para penambang lain datang untuk menambang,” ujar Kompol Sarwo Edi Wibowo, seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang, Jum’at pagi kemarin.

Selain itu, lanjut Dia, pembiaran penambangan di lokasi itu akan berpotensi teterjadinya konflik sosial di masyarakat. Sebab, bisa saja terjadi konflik pribadi antar penambang, dan konflik kepentingan lainnya.

“Kami semua tidak menginginkan hal terjadi. Maka harus dilakukan pencegahan dari sekarang, sebelum terjadi,” kata Dia. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed