HEADLINEHUKUM KRIMINAL

Ini Tiga Tuntutan Rahman dalam Gugatannya

×

Ini Tiga Tuntutan Rahman dalam Gugatannya

Sebarkan artikel ini

BANGKA — Seorang nelayan warga Parit Pekir, Kecamatan Sungailiat, Rahman (54), melalui kuasa hukumnya dari Lembaga Perkumpulan PDKPBABEL, mengggugat PT. Pulomas Sentosa selaku Tergugat 1 dan Bupati Bangka selaku Tergugat 2.

Rahman diwakili lima orang pengacara sebagai kuasa hukumnya, yaitu Rostam Rahmad, S.H, Muhammad Choiri, S.H, Agus Ewen Tjandera, S.H, Ahmad Albuni, S.H, dan Wahyu Wagiman, S.H.

Perkara gugatan perdata itu teregistrasi di Pengadilan Negeri Sungailiat Nomor : 41/Pdt.G/2021/PN Sgl Tanggal 16 Juli 2021, dengan pihak tergugat PT. Pulomas Sentosa dan kawan – kawan.

Dalam petitumnya, Rahman menuntut ganti kerugian sebesar Rp.1.319.500.000, pemulihan fungsi lingkungan muara Air Kantung sebagai alur pelayaran kapal nelayan berupa ganti rugi atas pendapatan yang hilang ( forgone earnings ) dari setiap pendapatan masyarakat nelayan yang berkurang atau hilang, akibat tidak dapat keluar/masuk pelabuhan air kantung atau Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, dan mengangkat dan memindahkan bukit limbah pasir yang ada dibagian kiri kanan muara air kantung.

Ketua Pengadilan Negeri Sungailiat, melalu Humas Firman Jaya, S.H, membenarkan adanya sidang perdana perkara gugatan perdata Nomor : 41/Pdt.G/2021/PN Sgl.

Firman menuturkan, sidang perkara gugatan perdata itu dipimpin majelis hakim Benny Yoga Dharma, S.H., selaku Hakim Ketua, didampingi Hakim Anggota Firman Jaya, S.H., dan Vidya Andini Tuppu, S.H.,M.H., juga Reza Ardafi, S.H., selaku Panitera Pengganti, yang menjabat Panitera Muda Perdata.

“Jadwal sidangnya hari ini. Ini sidang pertama, Tergugat 1 dan Tergugat 2 sampai saat ini belum hadir. Kalau sampai jam 2 (14.00 WIB) nanti masih belum hadir, sidang dibuka tanpa kehadiran Tergugat 1 dan Tergugat 2,” ungkap Firman via pesan instan WhatsApp, Senin, (19/7).

Lanjut Firman, sidang belum bisa dilanjutkan. Sidang tadi dibuka hanya untuk penundaan saja, untuk memerintahkan jurusita memanggil kembali para Tergugat.

” Kalau pihak tergugat itu dipanggil 3 kali masih tak hadir, maka pemeriksaan tanpa kehadiran tergugat (acara verstek). Hari ini kan baru sekali panggilan, jadi (akan) dipanggil lagi,” jelasnya.

Menanggapi informasi Tergugat 1 yang mengaku belum menerima Panggilan Sidang dari PN Sungailiat, Firman menyatakan akan memeriksa relaas panggilan sidang sebelumnya.

” Nanti diperiksa relaas panggilan yang kemarin. Kalau belum sampai ke mereka, berarti akan dipanggil lagi,” imbuhnya.

Menjelang petang, Firman kembali mengabarkan, sidang perkara gugatan perdata antara Rahman selalu penggugat melawan PT. Pulomas Sentosa (Tergugat 1) dan Bupati Bangka (Tergugat 2), ditunda Senin pekan depan, tanggal 26 Juli 2021.

“( Sidang ) ditunda Senin depan tanggal 26 untuk kembali memanggil para pihak yang belum hadir,” demikian Firman.

Kepala Kantor Cabang PT Pulomas Sentosa, Yanto, juga enggan menanggapi lebih jauh. Dia menyatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima Panggilan Sidang yang sah.

“Apanya yang mau ditanggapi? Sampai saat ini kami belum menerima Panggilan Sidang. Tapi kalau panggilan sidang sudah kami terima, kami pasti hadapi,” kata Yanto di Sungailiat, Senin siang.

Yanto memastikan, penggugat (Rahman) tidak ada hubungan hukum langsung dengan pihaknya.

“Hubungan hukumnya apa? Dia (penggugat) bukan karyawan, bukan mitra juga. Jadi, tidak hubungan hukum sama sekali dengan kita (PT Pulomas Sentosa),” tukasnya. (Romlan)