oleh

Inovasi Pembelajaran di PAUD Pada Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Eni Falasifah
Mahasiswi STAINU Temanggung

Pandemi covid-19 mempengaruhi semua aktivitas kehidupan manusia, terutama dalam bidang pendidikan. Aktivitas pendidikan yang melibatkan interaksi pendidik dan peserta didik yang melibatkan banyak orang karena pandemi covid-19 menjadikan banyak interaksi secara langsung dihentikan dan diganti dengan interaksi jarak jauh.

Dampak pandemi terhadap pendidikan menjadikan tugas baru bagi pendidik untuk menyiapkan pembelajaran yang efektif, dan metode yang baik untuk memutus rantai penularan covid-19 yaitu dengan sistem belajar jarak jauh. Dengan cara belajar yang baru dan belum pernah ada sebelumnya menjadikan masalah bagi pendidik untuk menyesuaikannya, mulai dari kurikulum yang harus disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini, mencari media belajar yang tepat, pembelajaran melalui internet juga kurang maksimal dalam pendidikan anak usia dini.

Masa usia dini adalah masa emas untuk membentuk kepribadian dan kemampuan fisik motorik, kognitif, dan sosial emosional anak. Penting sekali pada masa ini anak mendapatkan nutrisi, stimulasi, dan lingkungan yang mendukung. Pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk mendukung memberikan stimulasi-stimulasi dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Bukan hanya ilmu pengetahuan saja tetapi penanaman karakter, melatih kedisiplinan, interaksi sosial, mengenal ilmu keagamaan sangatlah penting untuk bekal pendidikan selanjutnya.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah meminta maaf kepada guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar selama pandemi covid-19 ini, tidak memberikan tugas yang bermacam-macam kepada muridnya. Anak-anak diberikan keleluasaan untuk bermain di rumah dengan bimbingan dan pengawasan orang tua. Demikian disampaikan Plt. Direktur Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Pendidikan Anak Usia Dini, Abdoellah dalam video Selasa 31/3/2020.Pendidik dalam menyiapkan BDR (Belajar Dari Rumah) harus memilih kegiatan yang tepat dengan menyesuaikan kondisi dirumah, karena orang tua menggantikan guru di rumah pasti menjadi kebiasaan baru yang tidak mudah, jika kedua orang tua sama-sama sibuk bekerja akan lebih sulit untuk mendampingi belajar dari rumah, bahkan banyak orang tua dalam menyekolahkan ke PAUD adalah untuk menitipkan anaknya ketika orang tua bekerja diluar rumah.

Dengan model pembelajaran yang berbeda dari biasanya, pendidik PAUD juga dituntut untuk menyajikan kegiatan belajar jarak jauh yang menyenangkan untuk anak sesuai dengan kurikulum pendidikan. Kegiatan pembelajaran bisa dikaitkan dengan kebiasaan anak dirumah seperti membiasakan hidup sehat misalnya mencuci tangan, gosok gigi, mandi, merapikan tempat tidur. Penanaman karakter diantaranya membantu orang tua, mengucapkan terimakasih, meminta maaf dan lain-lain. Pendidik juga bisa membuat video menyanyi, menari, gerak dan lagu untuk mengenalkan pengetahuan kepada anak dan anak tidak mudah bosan.

Beberapa ketrampilan yang harus dimiliki oleh pendidik PAUD dalam era digital adalah pendidik harus mampu dan cepat beradaptasi dengan teknologi informasi, karena belajar dari rumah tidak akan lepas dengan perangkat teknologi tersebut. Pendidik PAUD juga dituntut untuk kreatif dan inovatif, misalnya mengajak anak melalui video yang diupload dengan memberi contoh cara bermain seperti membuat topi dari kertas, membuat pasir ajaib, dan yang lainnya. Pendidik PAUD juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik dengan orang tua murid, hal ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan belajar anak dirumah dan melakakukan evaluasi pembelajaran.

Dalam memberikan stimulasi perkembangan anak diperlukan kerja sama antara pendidik dan orang tua dirumah, pendidik merencanakan pembelajaran dan menilai hasil pembelajaran sedangkan orang tua sebagai pelaksana rencana pembelajaran. Kemudian hasil belajar anak didokumentasikan kemudian dilaporkan kepada pendidik untuk diberikan penilaian, hasil penilaian kemudian disampaikan kepada orang tua untuk ditindaklanjuti dengan dilakukan perbaikan pada pembelajaran selanjutnya.

Dr. Hasbi menjelaskan upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh Kemendikbud untuk menyikapi situasi belajar selama pandemic covid-19 ini melalui, diantaranya bagi mereka yang punya akses teknologi, bisa memanfaatkan beragam aplikasi belajar, seperti Anggun PAUD, Sahabat Keluarga, Rumah Belajar, dan lainnya. Bagi yang tidak punya akses bisa melalui TVRI, sambil terus dievaluasi proses pelaksanaannya. Lalu bagaimana jika TVRI pun tidak bisa diakses? Aplikasi belajar juga tidak mempunyai? hal itu yang menjadi tugas pendidik untuk memikirkan solusi agar tercapainya pembelajaran dirumah dengan lancar. Bisa dengan melakukan video call dengan anak untuk menanyakan kabar dan mengenalkan anak kepada teman-temannya, dan mengingatkan kepada anak bahwa dirinya masih sekolah. Selain itu pendidik juga bisa membuat konten youtube yang bisa diakses sewaktu-waktu oleh orang tua dan bisa untuk menstimulasi perkembangan anak.

Pasti banyak problem yang dihadapi ketika pandemi, tetapi semua bisa disikapi dengan baik, banyak model pembelajaran yang bisa digunakan untuk menambah pengetahuan anak disesuaikan dengan kemampuan yang bisa dilakukan orang tua dirumah. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan