BANGKA SELATANHEADLINE

Inspektorat “Kejar” Temuan BPK

×

Inspektorat “Kejar” Temuan BPK

Sebarkan artikel ini

BANGKA SELATAN — Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid memerintahkan Inspektorat Kabupaten Bangka Selatan untuk menelusuri aset-aset yang tidak terdaftar di masing-masing OPD.

Hal tersebut merujuk rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menjadi temuan pengelolaan aset dan barang milik daerah.

“Saya sudah perintahkan Inspektorat untuk kerja terus sesuai dengan aturan yang ada bagaimana temuan – temuan itu bisa segera teratasi lewat Inspektorat,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (5/7/21).

Meski Badan Pemeriksa Keuangan memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian Atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Badan Pemeriksa Keuangan menemukan tiga permasalahan di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan yang mesti menjadi perhatian.

Dalam laporan tersebut yaitu kekurangan volume atas 5 paket pekerjaan belanja barang dan 5 paket pekerjaan belanja dan modal pada 2 Organisasi Perangkat Daerah masing-masing senilai Rp 226.238.000,00 dan Rp 234.513.000,00.

Lalu, ada pengadaan pakaian Perlindungan Masyarakat dan atribut Satuan Polisi Pamong Praja senilai Rp 1.236.000.000,00 dengan petunjuk langsung tidak sesuai ketentuan pengadaan batang dan jasa pemerintah dan pencatatan serta pengelolaan aset tetap belum sepenuhnya tertib.

Terkait apakah akan ada lelang mobil dinas ? Menurut orang nomor satu di Negeri Junjung Besaoh ini, dirinya tidak akan melakukan lelang mobil dinas dengan alasan jika dilelang harganya sangat jatuh dan mobil akan dihibahkan saja seperti kepada Organisasi Keagamaan.

“Kalau lelang saya belum dapat info terkait barang – barang Pemda. Tapi kalau yang mobil, saya pikir ngak usah dilelang, ingin kita hibahkan saja misalnya ke ormas keagamaan atau apa yang membutuhkan karena kalau dilelang, saya cek harga Livina lama itu paling belasan juta, mending hibahkan lebih bermanfaat kepada masyarakat,” katanya. (Yusuf)