oleh

IPC Lakukan Kesepakatan Dengan Pimpinan Perusahaan Pelayaran

PANGKALPINANG — Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Pangkalbalam menyoroti sikap manajemen perusahaan pelayaran KM Salvia yang menolak membayar jasa pelayaran pasca gagal keluar alur Pelabuhan Pangkalbalam.

General Manager IPC Pangkalbalam Nofal Hayim mengatakan sejak 1 Januari 2020 sampai dengan 30 September 2020 tercatat ada 593 kunjungan kapal yang tidak mau menggunakan jasa pandu dan jasa tunda dari Pelindo II. sudah mengajukan jasa pelayaran yang sudah terkunci di sistem, seharusnya pihak KM Salvia membayar tarif jasa pelayaran itu. Jangan seolah-olah perusahaan daerah atau sudah lama beroperasi bersikap semaunya.

“Potensi kerugian negara dan BUMN seandainya mereka mau ikuti aturan main seharusnya menerima angka Rp 4 miliar. Ini yang terjadi hanya gara-gara tujuh perusahaan membuat Pelindo kehilangan pendapatan,” ujar dia.

Kita masih mengusahakan agar perusahan pelayaran yang selama ini berkunjung itu bisa membayar. Saat ini sedang dilakukan pembahasan. Cuma PT-nya Pak Eko, Pak Alun dan Pak Acing yang tidak mau sepakat. Alasannya berbagai macam salah satunya mereka sudah merasa nahkoda mereka sudah sangat ahli menguasai pelabuhan sehingga tidak perlu jasa pandu.

Saat dikonfirmasi melalui Telepon selulernya Kepala Divisi Humas Eko Putranto senin (19/10) siang mengatakan bahwa pihak manajemen IPC beserta pimpinan perusahaan Pelayaran sudah melakukan mediasi dan duduk bersama dengan pihak IPC di Pimpin oleh General Meneger IPC sendiri dan telah di lakukan kesepakatan untuk mengikuti aturan yang telah disepakati.

“Bahwa masalah potensi kerugian dari kita IPC sebenarnya kita secara pisik material sebenarnya belum merugi atau secara pendapatan kita tidak di rugikan tapi itu baru dugaan potensi yang seharusnya masuk ke kas kita dan menjadi pendapatan buat IPC,” jelasnya. (Amin)

Komentar

Tinggalkan Balasan