oleh

Izuar Pastikan SPB TB Calvin 26 Tujuan Marunda, Bukan Bojonegara

* Eman Minta Penegak Hukum Tindak PT SMB

 

SERANG — Sebanyak 3.784 meter kubik pasir tergali dari Perairan Air Kantung Sungailiat, Kabupaten Bangka, dikabarkan sudah bongkar di Jeti MCA Bojonegara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Sesuai Surat Keterangan Asal Barang, ribuan meter kubik pasir tergali itu diduga milik PT Seputih Makmur Bersama atau PT SMB. Pasir yang diduga ilegal itu diangkut menggunakan Tongkang Marine Power 2702, yang ditarik Tugboat Calvin 26.

Berdasarkan informasi yang beredar dikalangan wartawan, rencananya Tugboat Calvin 26 dan Tongkang Marine Power 2702 yang berisi 3.784 pasir milik PT SMB, berlayar dari Perairan Bangka dengan tujuan Marunda, Jakarta.

Mengutip dari media siber sindonews.com dan mediaindonesia.com, Tugboat Calvin 26 dan Tongkang Marine Power 2702 yang membawa 3.784 meter kubik pasir tergali itu justeru ditolak di Marunda, karena tidak memiliki Ijin Penjualan (IP) dan Surat Ijin Kerja Keruk (SIKK).

Karena ditolak merapat di Jakarta, pada malam harinya Tugboat Calvin 26 bersama Tongkang Marine Power 2702 kemudian menuju Bojonegara, Kabupaten Serang, dan bersandar di Jeti MCA. Tidak hanya sandar, Kapal Calvin kemudian bongkar muatan di Jeti MCA tersebut.

Aksi bongkar muat ini mendapat kecaman dari Ketua Aliansi Rakyat untuk Nusantara (Arun), Eman Sulaiman.

Eman menilai, bongkar muat pasir laut di Jeti MCA Bojonegara merupakan pelanggaran berat.

“Tidak alasan bagi PT. SMB melakukan bongkar muat di Bojonegara. Ini merupakan pelanggaran berat,” ujar Eman, Selasa (6/10/2020).

Sehingga, Eman mendesak Kementerian Perhubungan dan aparat penegak hukum untuk menindak PT. SMB.

“Sudah selayaknya PT. SMB mendapat tindakan dari aparat penegak hukum, juga Kementerian Perhubungan,” tegas Eman.

Menurut Eman, pihak PT. SMB beralibi bongkar muat yang dilakukan di Bojonegara untuk kepentingan dumping area. Namun lagi-lagi, PT. SMB tidak memiliki ijin Amdal untuk dumping area.

“Dumping area itu tidak mudah, PT. SMB harus mengantongi ijin Amdal sebagai kelengkapan dumping area,” imbuhnya.

Selain itu, PT. SMB hanya mengantongi SK Persetujuan Ijin Pekerjaan Normalisasi dan Pengerukan Pasir dari Gubernur Bangka Belitung yang diterbitkan tanggal 24 Agustus 2020, dan ditandatangani oleh Gubernur Bangka Belitung, Elzaldi Rosman.

Seharusnya, ijin gubernur tersebut dilengkapi dengan Ijin Penjualan (IP), ijin Amdal, dan SIKK dari Kementerian Perhubungan.

“Ijin gubernur itu tidak cukup. Harus dilengkapi dengan ijin lainnya, seperti ijin penjualan, ijin Amdal dan ijin dari Kementerian Perhubungan,” kata Eman menegaskan.

Sementara itu, Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Pangkalbalam, Izuar, membenarkan telah menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kepada PT. SMB dengan tujuan Marunda Jakarta.

“Memang ada SPB untuk PT. SMB, tapi tujuannya Marunda Jakarta, bukan Bojonegara,” demikian Izuar.

Direktur Utama PT SMB, Alie Cendrawan menyatakan, sudah menjawab pemberitaan tersebut pada jumpa pers pekan lalu.

“Apa yang disampaikan berita Sindo (sindonews.com) sudah terjawab saat kami mengadakan jumpa dengan wartawan minggu lalu Bang,” kata Alie, Selasa petang. (Romlan)

Komentar

Tinggalkan Balasan