oleh

Jaksa Bukan Ahli Kontruksi

BANGKA — Jaksa Bukan Ahli kontruksi. Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, Jeffri Huwae, saat meninjau kegiatan proyek jembatan Batu Rusa yang santer diberitakan mengalami keretakkan pada salah satu bagian jembatan, Kamis (21/3/2019) siang.

“Jaksa bukan ahli kontruksi. Pegangan kita pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, karena mereka lembaga negara (yang berwenang menentukan kelayakan klasifikasi pekerjaan). Yang saya sampaikan tadi adalah logika konstruksi, namun tidak selamanya logika tersebut masuk dalam Rancangan Anggaran Pembangunan. Jika kerusakan itu faktor alam, kita akan cari solusi. Namun tidak ada perbuatan melawan hukum disini,” kata Jeffri Huwae.

Orang nomor satu di Institusi Kejaksaan Negeri Bangka itu menjelaskan, terkait anggaran yang digunakan untuk memperbaiki retaknya salah satu bagian jembatan tersebut akan diperbaiki oleh kontraktor pelaksana, lantaran pekerjaan tersebut masih dalam masa pemeliharaan.

“Di sini tidak ada unsur kesengajaan, baik dari pihak pelaksana kegiatan atau pihak Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat sebagai fungsi kontrol. Kalau retak diperbaiki, masih masuk biaya pemeliharaan. Kegiatan ini proyek nasional, jadi ada sesuatu hal yang terjadi diluar perhitungan perencanaan awal terhadap jembatan ini, pihak pemerintah daerah kabupaten mau pun provinsi punya tanggung jawab, namun bukan lagi anggaran perawatan namanya,” jelasnya.

Masih kata Jeffri Huwae peninjauan hari ini bukan temuan. Nanti pihaknya akan konsultasi ke pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat terkait spesifikasinya, mengingat yang namanya barang negara harus sesuai standar spesifikasinya. (AR77)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed