oleh

Jalan Mensirak Putus, Aktifitas Warga Terganggu

Jalan Mensirak yang putus akibat TI Rajuk

BANGKA TENGAH — Jalan alternatif penghubung antara kebun warga dengan Desa Nibung, Kecamatan Koba, terputus. Informasi yang dihimpun dilapangan, putusnya Jalan Mensirak itu diduga disebabkan oleh aktifitas penambangan timah secara secara ilegal.

Jalan Mensirak berada di Desa Nibung ini, letaknya berada di kawasan eks tambang PT Koba Tin. Jalan tersebut merupakan akses bagi masyarakat menuju kebun ataupun untuk melakukan aktivitas lainnya.

Warga setempat yang tidak bersedia identitasnya dipublikasikan menuturkan, Jalan Mensirak ini dulunya dibuat oleh PT Kobatin untuk keperluan operasional pertambangan. Tapi setelah Koba Tin tutup, jalan ini biasa dipakai warga untuk pergi atau pulang dari kebun.

“Tapi sekarang ini jalan terputus total, akibat ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dan hanya memikirkan diri sendiri. Mereka melakukan penambangan dengan merusak fasilitas umum. Gara-gara Jalan Mensirak ini putus, kami kalau mau ke kebun harus muter jauh. Menambanglah, tapi fasilitas umum jangan diganggu, akibatnya semua susah,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Nibung, Roni Fahrizal, membenarkan adanya jalan yang terputus akibat penambangan timah ilegal.

“Iya, benar jalan itu putus akibat TI Rajuk yang beroperasi disitu. Sudah barkali- kali pihak Pemerintah Desa menghimbau, Polsek Koba pun berkali-kali juga menghimbau dan merazia, tapi mereka tetap beroperasi secara kucing-kucingan. Bahkan sempat dibuat surat perjanjian untuk tidak menambang dikawasan itu. Apalagi sampai memakan jalan, namun masih saja mereka menambang, sampai akhirnya jalan itu putus sama sekali, tidak bisa dilewati,” ungkap Roni, Minggu (30/06/2019).

Masih kata Roni, para penambang ini beroperasinya tidak tentu. Terkadang siang hari, terkadang malam hari, tergantung menurut mereka aman.

“Kadang mereka ini operasinya malam, kadang siang juga, tergantung menurut mereka aman. Pernah juga operasi malam, dan di lakukan penertiban oleh Polsek Koba, jalan sudah pernah ditembok ulang, tapi di Rajuk lagi oleh penambang, sampai akhirnya putus dan hancur total,” kata Dia. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan