oleh

Jangan Ditanyo Dek, Pilu!

BANGKA — Dampak pandemi virus Corona menyerang ke segala penjuru, bahkan ke sektor dagang.

Banyaknya aturan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19, termasuk social distancing dan physical distancing, menjadi faktor penyebab sepinya pasar.

Salah satu contoh di pasar ikan di Kecamatan Belinyu, para pedagan ikan mengeluh dari dampak virus ini.

Novi, salah satu pelaku usaha penjualan ikan di Pasar Baru, Belinyu, merasakan turunnya daya beli masyarakat akibat virus corona.

” Sepi bro, sejak sebulan ini jauh meleset,” ungkapnya, Sabtu (11/04/20) pagi.

Novi juga mengakui, semenjak adanya virus tersebut, keuntungan dalam menjajakan ikan tak sampai Rp 5000 per kilogramnya.

” Lihat barangnya dulu, susah jual kalau terlalu tinggi, (untung) Rp 5000 pun kadang gak nyampe,” keluhnya.

Sementara pantauan kabarbangka.com di Pasar Baru, Kecamatan Belinyu, terdengar keluh suara para pedagang ikan yang menjerit akibat virus Corona ini.

” Jangan ditanyo dek, Piluuuu,” Seru para pedagang. (Mg/1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed