oleh

Jangan Sampai Kebebasan Berpendapat Menjadi Pemantik Konflik

Penulis : Seftia Monica
Mahasiswi Universitas Bangka Belitung


Sekarang ini, ditengah banyaknya isu sosial maupun politik yang perlu kita bahas dandisampaikan kepada masyarakat luas. Peran dari masyarakat serta generasi millennial yaitu untuk mengutarakan pendapatnya agar isu-isu penting tersebut tidak secara sederhana tenggelam tanpa adanya alasan yang jelas. Kebebasan berpendapat merupakan hak dari semua individu, di mana seseorang bisa menyampaikan pendapatnya dengan bebas tanpa adanya batasan kecuali menyebarkan kebencian dan SARA (Suku Ras dan Agama). Kebebasan berpendapat tentunya harus disampaikan dengan cara yang tepat dan cermat. Sehingga jangan sampai kebebasan berpendapat ini membuat kita sebagai masyarakat serta generasi millenial menyulutkan konflik buruk bagi kita sendiri. Perlu diingat juga kita harus beropini sesuai kapasitas diri dan sesuai fakta dan data yang ada agar tidak menimbulkan hoaks.

Dalam menyampaikan pendapat dimuka umum kita harus memikirkan banyak faktor, baik itu dari segi pendapat yang kita sampaikan tidak boleh menyinggung tentang SARA maupun ujaran kebencian. Sehingga hal ini harus dipertimbangkan, karena jika kita salah menyampaikan pendapat maka akan semakin memicu kontra. Seperti yang kita rasakan, sudah banyak sekali yang memicu kontra di masyarakat karna opini yang memicu pertikaian, dan hal tersebut sangat mudah menyebar luas di media sosial.

Ada berbagai cara untuk kita sebagai masyarakat serta generasi millennial dalam menyampaikan pendapat dengan tepat dan cermat. Pertama, dalam menyampaikan pendapat ada baiknya kita tidak memicu hal-hal yang dapat menyulutkan konflik. Karena kita sebagai orang yang ingin menyampaikan sebuah pendapat/pernyataan pastinya tidak akan sama pandangan kita dengan orang lain, bisa jadi orang lain tidak setuju dengan pendapat yang kita sampaikan. Sehingga ada baiknya kita membuat pendapat tidak hanya sesuai pandangan kita sendiri tetapi harus memastikan bahwa pendapat yang kita sampaikan dapat tersampaikan kepada banyak orang.

Kedua, menyampaikan pendapat dengan sopan dan santun. Dalam penyampaian pendapat baiknya kita sampaikan dengan cara dan bahasa yang baik dan sopan. Karena kita sebagai masyarakat serta generasi millennial tidak dianjurkan untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang tidak dikehendaki agar tidak memicu konflik. Hal ini sangat penting kita terapkan agar nantinya tidak terjadinya perbuatan yang dapat merugikan salah satu pihak.

Ketiga, kita harus mengetahui terlebih dahulu isu yang sedang dibahas dan disampaikan nantinya secara rinci. Dalam mengemukakan pendapat tentunya kita perlu mengetahui terlebih dahulu agar tidak menimbulkan hoaks dalam informasinya agar ketika beropini dapat dengan jelas dan terarah. Nah, adapun cara untuk menggali informasi yang kita dapatkan adalah dengan melakukan riset seperti berita dihalaman internet atau media sosial. Dengan demikian, kita dapat mengetahui benar atau tidaknya keberadaan pendapat yang disampaikan agar tidak semata-mata pendapat kita tidak memiliki tujuan yang jelas.

Keempat, sangat penting bagi kita sebagai generasi millennial untuk ketahui bahwa pada saat ini di Indonesia telah diberlakukan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi pada media online secara umum. Sehingga jika nanti ada seseorang maupun suatu kelompok yang dalam menyampaikan pendapatnya di media online mengandung unsur kebencian yang dapat merugikan satu pihak, maka hal tersebut dapat menjadi barang bukti nantinya untuk menuntut secara hukum dengan memberikan bukti berupa komentar kebencian yang diunggah, ataupun foto dan video. Maka dari itu kita sebagai generasi millennial harus pandai dan bijak dalam menggunakan media online dengan baik untuk menyampaikan pendapat tanpa menimbulkan kerugian bagi kita sendiri.

Nah, begitulah empat cara yang telah penulis rangkum dalam langkah yang harus kita ingat sebelum bebas berpendapat. Karena kebebasan berpendapat jika dilakukan dengan cara yang baik dan tepat, tentunya akan menghasilkan sesuatu yang baik juga. Dalam kebebasan berpendapat pastinya ada risiko yang dapat kita temui sekecil apapun itu. Maka dari itu kita sebagai orang yang mempunyai etika ada baiknya menyampaikan pendapat dapat meminimalisirkan resiko tersebut dengan cara-cara yang sudah diberikan tersebut agar tidak kebablasan dalam berpendapat.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi millennial yang pandai dan aktif dalam menyampaikan pendapat dapat memberikan dampak positif agar membentuk perubahan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia serta generasi millennial bisa lebih banyak dalam menyampaikan pendapat. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan