oleh

Jika Masih Membandel, Penambang Akan Di Penjara

BANGKA TENGAH — Kapolres Bangka Tengah melalui Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan, mengancam akan memenjarakan para penambang yang masih melakukan penambangan timah secara illegal di kawasan Kolong, Merbuk, Kenari, dan Pungguk

Hal itu disampaikan AKP Andri Eko Setiawan, dihadapan 16 orang pemilik ponton TI Rajuk yang melakukan penambangan di kawasan tersebut.

“Hari ini kita panggil para penambang yang melakukan penambangan di tiga kolong itu. Kami ultimatum! Bila masih tetap membandel menambang disana, akan kita lakukan proses hukum. Karena secara persuasif sudah kami lakukan penertiban, bahkan bekali kali, namun masih saja membandel,” kata AKP Andri EKo Setiawan, Senin (27/05/2019).

Masih kata Andri, selain perintah dari Kapolres, tindakan tegas yang dilakukan pihaknya untuk menghindari hal – hal yang berdampak terhadap lingkungan, dan juga konflik sosial.

“Seperti yang diperintahkan Bapak Kapolres, untuk menindak tegas penambang yang tetap membandel. Selain itu juga, kami tidak menginginkan akan adanya terjadi konflik sosial, yang diakibatkan masih beroperasinya tambang timah liar di kawasan itu. Untuk itu tindakan tegas dilakukan untuk mensterilkan dari penambang liar,” jalasya.

Dilanjutkannya, untuk ancaman hukumannya jika mereka yang masih melakukan penambangan secara ilegal, akan dijerat Pasal158 Undang – Undang Minerba, dengan ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak Rp sepuluh miliar rupiah.

“Ancaman hukumannya tidak main – main. Hukuman penjara paling lama sepuluh tahun penjara, dan denda sebesar sepuluh miliar rupiah, dan itu kita sampaikan kepada para penambang,” demikian Andri. (Yan)

Komentar

Tinggalkan Balasan