oleh

JPU Hadirkan Dua Saksi Ahli

  • Sempat Hendak Ditolak Penasehat Hukum Terdakwa

BANGKA — Sidang lanjutan perkara dugaan pembakaran hutan dan lahan, dengan terdakwa Abd alias DK dan Her, kembali digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1B Sungailiat, pada Kamis (05/03/2020), dengan acara mendengarkan keterangan saksi ahli.

Pada sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka, menghadirkan dua orang saksi yang akan didengarkan keterangannya sebagai ahli dalam perkara tersebut. Keduanya adalah Ahli Heru Sriwidodo. Ssi. Msi, dan Ujang Supriyaman.

Heru Sriwidodo adalah ahli dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan atau BPKH. Sedangkan Ujang Supriyaman dihadirkan sebagai Ahli Kehutanan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Usai membuka sidang, Ketua Majelis Hakim meminta kedua saksi yang dihadirkan sebagai ahli itu untuk menunjukkan legalitas atau identitasnya sebagai ahli. Namun keduanya tidak dapat menunjukkan yang diminta oleh Majelis Hakim.

Penasehat Hukum terdakwa sempat hendak menolak keeterangan kedua saksi sebagai ahli, lantaran keduanya tidak memiliki sertifikasi sebagai ahli.

Penasehat Hukum terdakwa sempat membaca Peraturan Menteri, yang menjelaskan tentang kriteria saksi ahli di lingkungan Kementerian Kehutanan Dan Lingkungan Hidup.

Namun sanggahan penasehat hukum terdakwa itu dibantah oleh Jaksa Penuntut Umum. Menurut JPU, kedua saksi yang dihadirkan dapat didengar keterangannya. Karena selain sudah diberikan Surat Tugas dari instansi tempatnya bekerja, juga sudah berpengalaman sebagai saksi ahli.

Selain itu, JPU berpendapat, bahwa keterangan kedua saksi ahli yang dihadirkan itu, hanya untuk menjelaskan tentang kriteria hutan dan kawasan hutan.

Menanggapi argumentasi penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut umum, dan setelah berdiskusi dengan Hakim Anggota, Ketua Majelis Hakim memutuskan tetap melanjutkan persidangan, untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan sebagai ahli tersebut.

“Keberatan penasehat hukum akan dicatat. Dan nanti dapat juga disampaikan dalam pledoi,” kata Hakim Ketua, Fatimah SH. MH. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan